Nusantara
Ini Lho Makna Berjalan Tanpa Bicara Saat Mengeliling Pura Mangkunegara Kirab 1 Suro

Jamasan pusaka saat Kirab Pusaka 1 Suro di Pura Mangkunegaran Solo. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Setiap malam 1 Suro, Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran Solo selalu menggelar kirab pusaka. Bedanya, kirab yang dilakukan Pura Mangkunegaran berlangsung lebih awal sekitar pukul 19.00 WIB sedangkan di Keraton Kasunanan dimulai tengah malam.
Untuk kirab di Pura Mangkunegaran, peserta kirab berjalan mengelilingi kawasan pura dengan tanpa alas kaki dan mengenakan pakaian Jawa lengkap. Mereka juga dilarang berbicara selama acara berlangsung.
Ternyata hal itu memiliki makna lho. Menurut Plt. Pengageng Kantor Pariwisata Pura Mangkunegaran, Joko Pramudyo, bahwa manusia selalu berhubungan dengan bumi dan manembah (berbakti atau mengabdi) kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Dalam keadaan suci dan sebagai bentuk penguasaan diri agar tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain,” jelasnya.
Berjalan tanpa bicara tersebut juga diartikan sebagai bentuk berdoa kepada Tuhan. Sehingga harus berjalan khidmat tanpa ada suara-suara. Bahkan saat acara berlangsung, pedagang maupun tempat usaha di sekitar Pura Mangkunegaran dilarang membunyikan suara.
“Sehingga situasi bemar-benar hening dan sakral.
Karena ini adalah doa, mengitari Pura Mangkunegaran sebenarnya adalah berdoa mohon kepada Tuhan agar negara diberi kesejahteraan, keamanan dan gemah ripah loh jinawi serta Indonesia terbebas dari pandemi,” papar Koordinator Seksi Kirab Pusaka Dalem Pura Mangkunegaran, Bambang Suhendro.
Tidak hanya itu, untuk busana peserta kirab juga ada aturannya lho. Untuk laki-laku mengenakan busana jawi jangkep dengan dasar warna hitamDhuwungan. Sedangkan untuk wanita mengenakan busana jawi nyampingan ukel tradisi Jawa cunduk penyu.
Ketentuan lainnya, selain mereka yang merupakan pangeran dan bupati sepuh tidak diperkenankan mengenakan batik motif parang, motif lereng, dan pakaian berbahan beludru.
Sementara itu untuk tahun ini, Pura Mangkunegaran Solo melaksanakan kirab pusaka malam 1 Suro, Jumat (29/7/2022) kemarin. Diikuti ratusan warga dan abdi dalem, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. ***














