Connect with us

Nasional

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Catat 28 Bencana dalam 24 Jam Terakhir

Diterbitkan

pada

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Catat 28 Bencana dalam 24 Jam Terakhir

Kondisi banjir yang merendam rumah warga di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Selasa (17/2/2026). (Foto : BPBD Kabupaten Grobogan)

FAKTUAL-INDONESIA : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 28 kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 17 Februari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 18 Februari 2026 pukul 07.00 WIB. Sejumlah kejadian baru terjadi dalam 24 jam terakhir, sementara beberapa bencana lain masih dalam tahap penanganan dan menunjukkan perkembangan signifikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam laporan resminya pada Rabu (18/2/2026). Dia menyampaikan bahwa dinamika cuaca masih menjadi faktor dominan meningkatnya bencana hidrometeorologi.

Baca Juga : Menkes Budi Gunadi Soroti Persoalan Mendasar Tenaga Kesehatan di Daerah Terdampak Bencana Sumatera

“Total 28 kejadian bencana terpantau dalam periode 24 jam. Beberapa merupakan kejadian baru dan lainnya merupakan pembaruan data dari bencana yang masih ditangani,” ujarnya.

Kejadian baru antara lain banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang berdampak pada sekitar 185 kepala keluarga. Sebanyak 66 jiwa mengungsi dan 185 rumah terdampak. Status penanganan saat ini berada pada masa Transisi Darurat ke Pemulihan hingga 30 Maret 2026.

Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, banjir berdampak pada 332 kepala keluarga atau 868 jiwa dengan 164 warga mengungsi. Sementara di Kota Semarang, Jawa Tengah, banjir memengaruhi 1.857 jiwa dan telah surut, warga kini melakukan pembersihan mandiri. Tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, berdampak pada 19 kepala keluarga.

Advertisement

Baca Juga : Bebaskan Pajak Pemindahan Kapal Keruk ke Aceh, Menkeu Purbaya: Keterlauan untuk Bencana Dipajakin

Dalam pembaruan data, banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berdampak pada sekitar 9.736 kepala keluarga. Di Kabupaten Pekalongan, banjir menyebabkan satu korban jiwa dan berdampak pada 59.729 jiwa. Sementara banjir bandang di Kabupaten Purbalingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu luka berat.

Di luar Pulau Jawa, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mencapai sekitar 566,8 hektare sejak awal tahun. Status Siaga Darurat ditetapkan hingga 30 November 2026 dan pemadaman masih berlangsung.

Baca Juga : Mensos Gus Ipul Ungkap Data dan Penyaluran Paling Krusial dalam Salurkan Bansos Korban Bencana Sumatera

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi hingga 21 Februari 2026, khususnya di Pulau Jawa.

“BNPB mengajak seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi, serta melakukan langkah mitigasi mandiri seperti membersihkan saluran air dan menyiapkan rencana evakuasi keluarga,” kata dia.

BNPB menegaskan kesiapsiagaan kolektif dan penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan mempercepat pemulihan di tengah ancaman bencana hidrometeorologi basah maupun kering.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement