Nasional
Menkes Budi Gunadi Soroti Persoalan Mendasar Tenaga Kesehatan di Daerah Terdampak Bencana Sumatera

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers secara daring, Senin (12/1/2026), mendorong pembangunan 3.265 rumah nakes dan named terdampak bencana di Sumatra. (Kemenkes)
FAKTUAL INDONESIA: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti persoalan mendasar di lapangan dalam mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana Sumatera. Menkes Budi Gunadi menyebutkan banyak tenaga kesehatan belum dapat kembali bekerja secara optimal karena tempat tinggal mereka turut terdampak bencana.
“Bagaimana tenaga kesehatan bisa bekerja normal kalau rumahnya sendiri belum normal,” kata Menkes Budi dalam konferensi pers secara daring, Senin (12/1/2026), seperti dilansir Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Budi menambahkan, meskipun sebagian fasilitas layanan kesehatan mulai pulih, kondisi tempat tinggal tenaga kesehatan masih menjadi faktor penentu kesiapan layanan.
Baca Juga : Menkes Budi Gunadi Pastikan, Superflu Tak Berbahaya seperti Covid-19
Karena itu Budi mendorong percepatan pembangunan rumah bagi tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis (named) yang terdampak bencana di wilayah Sumatra. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana.
Budi menegaskan sektor kesehatan terus bergerak di bawah koordinasi pemerintah pusat dalam penanganan bencana. Pemerintah menargetkan layanan kesehatan dapat kembali berfungsi penuh.
Deputi IV Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jarwansyah menyampaikan BNPB telah menerima data dari Kementerian Kesehatan terkait rumah tenaga kesehatan dan tenaga medis yang terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatra.
Baca Juga : Varian “Super Flu” Subclade K Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Imbau Tetap Waspada
“Data rumah tenaga kesehatan dan tenaga medis terdampak dengan rincian di Aceh sebanyak 3.050 unit, di Sumatra Utara 48 unit, dan di Sumatra Barat 167 unit, dengan total 3.265 unit rumah,” kata Jarwansyah.
Data tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses verifikasi oleh tim BNPB bersama tim rehabilitasi dan rekonstruksi di tingkat kabupaten dan kota agar dapat masuk dalam Surat Keputusan BNPB di masing-masing daerah. Untuk sejumlah wilayah, seperti Aceh Tengah, verifikasi lapangan telah dilakukan.
Baca Juga : Rakor KKSK Triwulan IV: Menkes Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Agar Kebijakan Tidak Tumpang Tindih
Terkait skema bantuan, BNPB membagi rumah terdampak ke dalam tiga kategori kerusakan, yakni ringan, sedang, dan berat. Bantuan stimulan diberikan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat dalam bentuk pembangunan rumah.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di daerah yang datanya telah dinyatakan siap. Untuk rumah sewa, bantuan diberikan kepada pemilik rumah.
Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Wahyu Bintono Hari Bawono menegaskan pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan tenaga kesehatan memiliki kondisi hidup yang stabil.
“Pemulihan layanan kesehatan tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga memastikan tenaga kesehatan memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya. ***














