Connect with us

Nasional

Gempa M 4,3 Guncang Laut Selatan Sukabumi, Getaran Terasa di Tiga Wilayah

Diterbitkan

pada

Ilustrasi gempa bumi terjadi di Sukabumi pada 13 September 2026. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Gempa bumi bermagnitudo 4,3 mengguncang wilayah laut selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (13/9/2026) sore. Getaran gempa dirasakan masyarakat di tiga wilayah, yakni Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bandung Barat.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 17.06.52 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 83 kilometer sebelah selatan Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 23 kilometer.

Guncangan dengan intensitas paling kuat dilaporkan dirasakan di Kabupaten Cianjur dengan skala III Modified Mercalli Intensity (MMI). Sementara itu, getaran dengan skala II MMI dirasakan di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bandung Barat.

Skala III MMI menunjukkan getaran yang dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah. Guncangan pada tingkat tersebut digambarkan memiliki efek seperti ketika sebuah truk melintas di dekat bangunan.

Adapun skala II MMI umumnya dirasakan oleh beberapa orang, terutama mereka yang berada di dalam bangunan. Intensitas tersebut menunjukkan bahwa getaran gempa masih relatif ringan bagi masyarakat yang berada di luar bangunan.

BMKG dalam laporan awalnya belum menyampaikan adanya informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik menyikapi guncangan.

Advertisement

Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi terkait gempa melalui kanal resmi BMKG untuk memperoleh informasi terbaru dan menghindari informasi yang tidak terverifikasi.

Gempa yang terjadi di selatan Sukabumi tersebut merupakan gempa yang berpusat di laut dengan jarak cukup jauh dari daratan. Meski getarannya dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat, laporan awal yang tersedia belum menunjukkan adanya dampak serius terhadap masyarakat maupun infrastruktur.

BMKG terus menjadi rujukan utama untuk informasi mengenai parameter gempa, perkembangan dampak, maupun potensi kejadian susulan. Masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan diharapkan tetap waspada tanpa melakukan tindakan berlebihan.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement