Connect with us

Ibu Kota

Pelukis Jalanan Kota Tua Punya Andil Dongkrak Sektor Pariwisata

Diterbitkan

pada

 

Yono, pelukis jalanan sedang mengerjakan pesanan lukisan dari pelanggannya. (Farhanzuhdi)

FAKTUALid – Pelukis jalanan di sekitar kawasan Kota Tua bukan hanya sekedar profesi di pinggir jalan tetapi profesi mereka tenyata secara tidak langsung membantu mendongkrak sektor pariwisata.

Profesi pelukis jalanan sering di, tapi tak banyak yang mengetahu ternyata mereka memiliki andil untuk meramaikan pariwisata.

Setidaknya, hal itu terungkap dari salah seorang pelukis jalanan, Yono, ketika ditemui di tempat mangkalnya di sekitar kawasan Kota Tua punya. Selain tentunya arti untuk bertahan hidup di tengah keras dan panasnya kota metropolitan Jakarta dirinya berusaha untuk dapat menghidupi anak istrinya tanpa merepotkan orang lain.

“Saya menjalani profesi pelukis jalanan sejak tahun 2002, awalnya saya diajak temen dari kampung mengadu nasib di ibukota” kata Yono ditemui di lapaknya dimana dirinya sedang melukis wajah pesanan pelanggan.

Advertisement

Yono menjelaskan bahwa profesi pelukis jalanan tidak ilegal. “Tempat kita tidak ilegal kok” ujar Yono menepis adanya anggapan jika pelukis jalanan itu ilegal.

Menurut Yono, keberadaannya memang kelihatan tidak diatur lantaran berada di trotoar jalan. “ Kita sih nggak dilarang sebenarnya, juga nggak disaranin dan nggak ada yang nyuruh,” tutur Yono. “Tapi kehadiran kita ini, secara tidak langsung membantu sektor pariwisata,” imbuh Yono menjelaskan tentang profesinya.

Pelukis jalanan kadang dianggap biasa bagi sebagian orang. Tapi tenyata profesi tersebut merupkan salah satu profesi yang mendukung perekononian di sektor pariwisata.

“Pelanggan saya sih dari mana-mana. Kadang orang biasa, dan kadang juga ada bule-bule yang minta dilukisan sama saya” jelas Yono.
Yono menuturkan profesi sebagai pelukis jalanan ditekuninya dari hobi melukis. Bermula dari situ dia pun mulai membuka jasa melukis pinggir jalan.

“Awalnya sih hobi, dulu jadi pelukis karena diajak temen aja. Terus saya berfikir, kenapa enggak hobi saya manfaatkan buat cari nafkah, ” ujar Yono.

Advertisement

Disinggung suka duka dalam melakoni profesinya, Yono tak banyak mau menceritakan. Ia lebih memilih mensyukuri profesi yang dijalani.

“Kalo pendapatan per hari sih nggak tentu dan nggak bisa ditebak,” tutur Yono. “Kalo sektor lain cukup berat menghadapi pendemi, kalau profesi pelukis jalanan seperti saya ya berdampak cuma ga banyak. Alhamdulillah ada aja. Memang awal-awal pandemi seminggu nggak dapet pelanggan, ya udahlah saya jalani dan syukuri aja,” pungkasnya.

Yono berharap pemerintah sudi mengayomi para pekerja seni jalanan khususnya para pelukis jalanan, untuk mengakui sekaligus mendukung kehadirannya karena mereka juga membantu pemerintah daerah di sektor pariwisata. (farhanzuhdi)

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *