Nasional
Trenggalek Diterjang Banjir Bandang, Aceh Timur Terendam, Jakarta Kini Hanya Tergenang

Suasana banjir bandang di wilayah Kecamatan Munjungan, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (6/11) dini hari. (Ant/HO – foto warga)
FAKTUAL-INDONESIA: Sabtu hingga Minggu pagi, banjir menerjang beberapa daerah di Indonesia termasuk Jakarta yang kini hanya tergenang dengan disertai beberapa pohon tumbang.
Sejumlah wilayah kawasan pesisir selatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (5/11) hingga minggu pagi, diterjang banjir bandang.
Di Kabupaten Aceh Timur masih terendam banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, bahkan 480 warga setempat harus mengungsi, menurut Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).
Tiga kampung di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat warga diungsikan ke tempat aman karena banjir merendam perkampungan setinggi paha orang dewasa, tiga rumah dilaporkan rusak terbawa hanyut, Sabtu (5/11) 2022 malam.
Sedangkan Jakarta setelah ditinggal Gubernur Anies Baswedan masih diwarnai oleh 10 lokasi jalan tergenang dan 20 titik pohon tumbang
Dipantau dari laporan media antaranews.com, banjir bandang kembali menerjang sejumlah wilayah kawasan pesisir selatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (5/11) hingga minggu pagi.
Air bah dengan ketinggian hingga satu meter merendam ratusan rumah di tiga desa di Kecamatan Munjungan akibat luapan air Sungai Bungur, Sentolo dan Sungai Tawing.
Banjir kiriman dari wilayah pegunungan yang dipicu hujan deras menjadi semakin parah karena air laut sedang pasang. Akibatnya, aliran sungai menuju muara menjadi tidak lancar.
“Banjir mulai terjadi tengah malam, sekitar pukul 24.00 WIB dan berangsur surut pada pagi harinya,” kata Camat Munjungan Yusuf Widharto dikonfirmasi awak media, Minggu.
Belum ada laporan korban jiwa. Hingga berita ini ditulis, Widharto mengatakan tim gabungan masih melakukan identifikasi di lapangan.
“Sementara ini kami belum ada laporan warga mengungsi. Untuk pastinya kami masih akan melakukan identifikasi di lapangan, termasuk semua aspek yang terdampak. Karena kejadiannya baru tadi malam, jadi masih dicek dan didata dulu di lapangan kondisinya seperti apa,” katanya.
Banjir bandang ini merupakan yang kedua dalam sepekan terakhir. Banjir serupa sebelumnya juga melanda wilayah Kecamatan Munjungan pada Jumat (4/11).
Pada kejadian pertama itu, sebanyak empat desa terdampak banjir dan longsor. Desa-desa yang terendam saat itu meliputi Desa Tawing, Bangun, Munjungan, dan Bendoroto.
Banjir yang merendam hampir seharian kala itu mengakibatkan konektivitas infrastruktur jembatan banyak yang terputus, selain ratusan rumah terendam hingga ribuan jiwa terdampak.
Infrastruktur jembatan yang rusak itu, di antaranya akses penghubung Kecamatan Munjungan dan Kecamatan Watulimo. Jembatan di jalur antarkecamatan ini putus total.
Selain banjir, longsor juga sempat menutup akses jalan utama ke Munjungan melalui Kecamatan Kampak. Bencana itu sempat membuat warga Kecamatan Munjungan terancam terisolasi, karena akses keluar yang tersisa hanya bisa ditempuh melalui jalur Munjungan – Panggul dengan jarak tempuh memutar cukup jauh. Infrastruktur di jalur itu juga masih rusak parah.
Selain di wilayah Munjungan, banjir pada Jumat dini hari itu juga terjadi di Kecamatan Watulimo. Sebanyak empat desa terdampak, yakni Desa Tasikmadu, Sawahan, Prigi, dan Karanggandu.
Akibat yang ditimbulkan, di antaranya terputusnya jembatan satu-satunya penghubung antardusun di wilayah Desa Sawahan.
Sebanyak 3.200 jiwa terisolasi, akhirnya warga membuat jembatan darurat dari bambu.
“Ada delapan desa dari dua kecamatan itu terdampak banjir pada Jumat lalu. Sementara untuk tadi malam ada tiga desa terdampak banjir di Kecamatan Munjungan meliputi Desa Munjungan, Tawing dan Masaran.
Di Munjungan air Sungai Bungur meluap ke jalan hingga permukiman dengan ketinggian kurang lebih satu meter, Sungai Sentolo di Tawing juga sama dan sungai di Masaran, kondisinya juga sama meluap,” kata Sekretaris BPBD Trenggalek, Tri Puspita Sari.
Aceh Timur, pengungsi 480 jiwa
Sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur masih terendam banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, bahkan 480 warga setempat harus mengungsi, menurut Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).
“Petugas BPBD Aceh Timur terus melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait untuk penanganan banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBA Ilyas melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di Banda Aceh, Sabtu, malam.
Ia menjelaskan banjir di Aceh Timur terjadi sejak Kamis (3/11) sore, menyusul hujan deras mengguyur kabupaten setempat. Kondisi saat ini, debit air di beberapa tempat sudah mulai surut, namun beberapa lainnya terus bertambah.
Saat ini, kata Ilyas, debit air di beberapa desa sudah mulai surut, namun di Kecamatan Birem Bayeun guyur hujan lebat sehingga diperkirakan debit air akan terus bertambah.
”Hujan dengan intensitas lebat sejak pukul 16.00 WIB tadi diperkirakan air akan terus bertambah. Namun ada beberapa wilayah airnya sudah mulai surut,” katanya.
Ia menjelaskan banjir di wilayah Aceh Timur dengan ketinggian mulai 20-60 centimeter, bahkan lebih.
Data BPBA sementara, ada tujuh kecamatan di Aceh Timur yang terendam, meliputi Kecamatan Birem Bayeun sebanyak tiga desa, Simpang Jernih satu desa, dan Pante Bidari tiga desa, Peunaron empat desa, Ranto Peureulak satu desa, Simpang Ulim satu desa dan Julok satu desa.
Selain itu, juga terjadi bencana tanah longsor di Desa Jambo Labu, Kecamatan Birem Bayeun, sehingga menyebabkan badan jalan antar desa tertimbun sepanjang 5 meter.
“Selain merendam rumah warga, dampak material akibat banjir juga menyebabkan tiga unit rumah rusak ringan,” katanya.
Saat ini, korban terdampak sebanyak 622 jiwa dalam 180 kepala keluarga di Kecamatan Birem Bayeun, sebanyak 160 jiwa dalam 194 kepala keluarga di Pante Bidari, 240 jiwa dalam 65 kepala keluarga di Peunaron.
Selanjutnya 480 jiwa dalam 120 kepala keluarga di Ranto Peureulak, 390 jiwa dalam 100 kepala keluarga di Julok dan 70 kepala keluarga di Kecamatan Simpang Ulim.
“Total korban terdampak sementara sebanyak 1.912 jiwa dalam 733 kepala keluarga. Petugas masih terus melakukan pendataan di setiap wilayah,” katanya.
Namun, menurut dia, tidak semua korban terdampak harus mengungsi. Hanya 480 jiwa dalam 120 kepala keluarga penduduk Ranto Peureulak yang mengungsi ke lima titik posko yang disediakan pemerintah.
Cianjur Evakuasi warga
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengevakuasi warga di tiga kampung di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, ke tempat aman karena banjir merendam perkampungan setinggi paha orang dewasa, tiga rumah dilaporkan rusak terbawa hanyut, Sabtu (5/11) 2022 malam.
Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo saat dihubungi Sabtu, mengatakan pihaknya sudah mengirim petugas ke lokasi untuk melakukan pendataan dan menyiagakan sukarelawan membantu evakuasi warga ke sejumlah titik yang dinilai aman dari jangkauan banjir yang merendam tiga kampung, yakni Jogjogan, Babakan dan Bobojong.
“Informasi yang kami dapat hujan lebat dengan intensitas tinggi sudah terjadi sejak Sabtu petang, membuat Sungai Cidamar meluap. Sebagian kecil warga melakukan evakuasi mandiri, namun masih banyak yang terjebak banjir yang datang tiba-tiba dan merendam perkampungan,” katanya.
Untuk itu, pihaknya meminta sekitar 30 Relawan Tangguh Bencana (Retana) dari dua kecamatan terdekat untuk lebih dulu membantu mengevakuasi warga ke tempat yang dinilai aman dari banjir karena debit air yang merendam tiga perkampungan itu.
Laporan sementara, kata dia, tiga rumah di Kampung Jogjogan terbawa derasnya banjir yang menghantam perkampungan, sedangkan rumah yang terendam di tiga kampung lebih dari 100 unit, namun pihaknya menunggu laporan dari petugas di lapangan untuk angka pastinya.
“Saat ini, kita fokuskan evakuasi warga karena hujan masih turun dan arus sungai masih deras masuk ke perkampungan warga. Kita akan mendirikan posko untuk menyalurkan bantuan,” kata Rudi Wibowo.
Koordinator Relawan PMI Cianjur, Rahmat Pribadi, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan puluhan relawan PMI di Kecamatan Cidaun dan Sindangbarang, untuk membantu mengevakuasi warga bersama petugas dari BPBD Cianjur dan Retana serta mengirim bantuan untuk korban.
“Untuk Korps Sukarela (KSR) PMI Cianjur di kecamatan, sudah berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan membantu mengevakuasi warga ke sejumlah titik yang dinilai aman dari banjir. Kita segera mengirim bantuan yang dibutuhkan warga korban banjir Cidaun,” katanya.
Jakarta Hanya Tergenang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI berkoordinasi dengan berbagai unsur yang bertanggung jawab dalam penanganan banjir di Ibu Kota untuk mengatasi genangan pada 10 titik jalan dan dua Rukun Tetangga (RT)
“Kami mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur terkait untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi baik bersama dengan para lurah dan camat setempat. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” ucap Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu.
Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) menangani pohon tumbang di 20 titik menimpa kabel listrik, rumah, dan kendaraan.
“Kami berkoordinasi dengan dengan Dinas Gulkarmat DKI dan PLN, juga dengan Suku Dinas Pertamanan Jakarta Selatan dan PPSU Kelurahan setempat untuk menangani pohon tumbang. Sampai saat ini beberapa titik masih dalam penanganan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji dalam pesan singkatnya di Jakarta, Sabtu. ***














