Home Nasional Seram Bagian Barat Maluku Diguncang Gempa Minggu Tengah Malam

Seram Bagian Barat Maluku Diguncang Gempa Minggu Tengah Malam

oleh Gungdewan
Gempa Minggu tengah malam guncang Seram

Gempa Minggu tengah malam guncang Seram

FAKTUALid – Minggu (4/7/2021) tengah malam pukul 23.18 WIB, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, diguncang gempa bermagnitudo 5,2. Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memuat, gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa berada di laut, 42 kilometer sisi barat laut Seram Bagian Barat.

Kedalaman titik gempa tercatat 10 kilometer.

Berdasarkan kekuatannya, gempa dirasakan dengan skala III MMI (Modified Mercalli Intensity) di Piru dan II MMI di Kairatu, serta Ambon.

Skala III MMI berarti, menurut literasi BMKG, getaran gempa masuk kategori lemah seperti cuma menimbulkan getaran di dalam rumah.

Sementara untuk II MMI, guncangan gempa sangat ringan dan cuma dirasakan oleh beberapa orang.

Sehari sebelumnya,  gempa bumi dengan magnitudo 5,5 mengguncang 41 kilometer (Km) Barat Daya Seluma, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Sabtu malam pukul 20.09 WIB

Guncangan  dirasakan cukup kuat oleh warga di Kota Bengkulu.

Gempa yang terjadi saat hujan gerimis ini sempat membuat kepanikan hingga membuat warga berhamburan keluar rumah.

“Gempa ini cukup kuat sampai dinding rumah bergetar lumayan kencang dan hampir seluruh warga berlarian keluar rumah,” kata Ketua RT 02 Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu Supratman, seperti dilansir antaranews.com.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang berpusat di laut tersebut tidak berpotensi tsunami, namun tetap meminta masyarakat Bengkulu mewaspadai adanya gempa susulan.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Kepahiang, BMKG Bengkulu Litman mengatakan titik episenter gempa bumi tersebut persisnya terjadi di koordinat 4.36 Lintang Selatan, 102.34 Bujur Timur atau 41 kilometer Barat Daya Seluma dengan kedalaman 26 kilometer.

Menurutnya, gempa bumi yang terjadi itu merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault dan hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” papar Litman.

Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan baik rumah masyarakat maupun fasilitas publik yang terdampak akibat gempa bumi tersebut.

BMKG juga meminta masyarakat di Bengkulu, khususnya masyarakat di Kabupaten Seluma untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. ***

You may also like

Tinggalkan Komentar