Connect with us

Nasional

Resmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jember, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Kalau Ruang Kelasnya Baru, Semangatnya Harus Baru

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Resmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jember, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Kalau Ruang Kelasnya Baru, Semangatnya Harus Baru

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti saat meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (21/2/2026). (Kemendikdasmen)

FAKTUAL INDONESIA: “Jangan lupa, kalau ruang kelasnya baru, semangatnya harus baru,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti berpesan saat meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (21/2/2026).

Di Jember, revitalisasi menjangkau 142 satuan pendidikan dengan total alokasi anggaran Rp101 miliar, meliputi 6 PAUD, 74 SD, 44 SMP, dan 18 SMA. Perbaikan ini menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi sekolah-sekolah di daerah, mulai dari kekurangan ruang kelas, bangunan rusak berat, hingga sanitasi yang tidak memadai.

Baca Juga :  Gebrakan “Pagi Ceria” di Gowa: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajak Siswa Jadi Manajer bagi Diri Sendiri

“Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025, khususnya yang ada di Kabupaten Jember ini, terlaksana dengan sukses dan selesai 100 persen,” ujar Mendikdasmen di SMP Negeri 1 Balung.

Revitalisasi ini menjadi bukti bahwa investasi pada infrastruktur pendidikan bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi menghadirkan rasa aman, nyaman, dan harapan baru bagi sekolah-sekolah di daerah. Dengan fasilitas yang layak dan memadai, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal, sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan belajar dalam lingkungan yang sehat dan bermartabat.

Baca Juga :  Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Tanpa Etika, Pemanfaatan AI Justru Bisa Menjadi Sumber Persoalan Sosial Baru

Sementara itu seperti dilansir priskop,  Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran revitalisasi sebanyak 60 ribu gedung sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2026.

Advertisement

“Revitalisasi itu merupakan bagian dari program prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dalam rangka penguatan mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana,” katanya.

Pada tahun 2025, pemerintah telah menyelesaikan revitalisasi sekolah sebanyak 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan capaian 100 persen.

Hal itu adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia belajar di ruang yang layak dan bermutu. “Tahun 2026 proses revitalisasi terus berjalan,” tuturnya.

Baca Juga :  Resmikan 48 Sekolah Penerima Revitalisasi di Medan, Mendikdasmen Mu’ti Ungkap Tahun 2026 Ada Penambahan 60.000 Satuan Pendidikan

Menurut dia, saat ini sudah ada sekitar 11.470 satuan pendidikan yang dialokasikan dalam APBN dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sedang mengajukan tambahan anggaran untuk 60.000 satuan pendidikan lagi.

Apabila tambahan tersebut disetujui, maka pada tahun 2026 pemerintah menargetkan revitalisasi lebih dari 71.000 satuan pendidikan secara nasional.

Advertisement

“Saya berharap, sebelum tahun 2029, seluruh sekolah di Indonesia dapat tersentuh program revitalisasi secara bertahap,” katanya.

Ia menjelaskan, program revitalisasi tahun 2026 akan dilaksanakan dengan sistem swakelola oleh masing-masing sekolah dan berdasarkan hasil penelitian kementerian sehingga pendekatan itu tidak hanya mempercepat perbaikan fisik bangunan sekolah.

Program itu juga menyerap tenaga kerja lokal serta menggerakkan ekonomi daerah. “Material pembangunan diutamakan berasal dari toko-toko setempat dan tenaga kerja melibatkan masyarakat sekitar,” ujarnya. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement