Connect with us

Wisata

Bahagianya Hidup di Singapura Tanpa Masker

Diterbitkan

pada

Singapura juga sudah membuka wilayahnya untuk para turis manca negara.

Singapura juga sudah membuka wilayahnya untuk para turis manca negara.

FAKTUAL-INDONESIA: Sejak Akhir Maret lalu, Singapura telah kembali menjalani kehidupannya tanpa masker. Banyak orang lalu-lalang tanpa masker dan terlihat ceria. Mereka tampak bebas merdeka tanpa masker.

Hidup new normal kini sudah dimulai di Singapura. Yaitu hidup new normal dan berdamai dengan Covid-19.

Tak ada kewajiban lagi untuk memakai masker. Namun jika ada warga yang memilih tetap ingin menggunakan masker tetap diperbolehkan.

Sebagai informasi, pemerintahan Perdana Menteri Lee Hsien Loong telah mencabut pemakaian masker di ruang terbuka atau outdoor. Lee menyebutkan, kebijakan terbaru ini diambil setelah mempertimbangkan rendahnya risiko penularan Covid-19 di ruang terbuka.

Namun di area-area tertentu, masih banyak orang terlihat memakai masker di area wajib masker, seperti di kereta, dalam bus, keramaian pasar, gedung perkantoan, lift, perpustakaan dan tempat lainnya yang masih diwajibkan.

Advertisement

Singapura juga sudah membuka wilayahnya untuk para turis manca negara. Di surga belanja Orchard Road, ada yang berjalan santai tanpa memakai masker, ada juga yang memakai hanya di bawah mulut, dan yang bermasker tetap beraktivitas seperti biasa.

Turis dari berbagai negara juga terlihat membanjiri Orchard Road yang tidak luput dari kemerosotan penjualan retail akibat pandemi Covid-19.

Kembalinya dunia malam Singapura Setelah mati suri selama dua tahun, dunia malam Singapura kembali menggeliat dengan dicabutnya larangan konsumsi minuman beralkohol setelah pukul 22.30 malam.

Live music dari suara penyanyi, band, dan Disc Jockey (DJ) juga dapat kembali didendangkan. Keramaian manusia membeludak di distrik hiburan malam Clarke Quay, Singapura Tengah pada akhir pekan, Jumat dan Sabtu (1-2/4/2022).

Ditambah dengan relaksasi terbaru yang menaikkan jumlah maksimal warga yang dapat bertatap muka dari lima menjadi 10 orang, antrean panjang terlihat di banyak bar dan restoran di Clarke Quay.

Advertisement

Tua-muda, pasangan, hingga sekeluarga berbondong-bondong mengantre untuk bersantai di akhir pekan menikmati alkohol dan musik sampai larut malam. Tidak sedikit tempat yang fullhouse dengan waiting list panjang termasuk di kelab malam tersohor di “Negeri Merlion”, Zouk Singapore.

Zouk yang saat ini beroperasi sebagai restoran, untuk kali pertama sejak pandemi Covid-19 kembali diizinkan beroperasi hingga pukul 3 pagi. Seluruh orang di Singapura terlihat bahagia karena mereka bisa hidup bersama Covid-19. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement