Home Lifestyle Pemerintah Resmi Hapus Cuti Bersama

Pemerintah Resmi Hapus Cuti Bersama

oleh Marpi
Suasana calon penumpang pesawat yang berkerumun berpotensi penyebaran Covid-19. (Ilustrasi/Ist).

Suasana calon penumpang pesawat yang berkerumun berpotensi penyebaran Covid-19. (Ilustrasi/Ist).

FAKTUAL-INDONESIA: Liburan Natal dan Tahun Baru yang biasanya diberlakukan cuti bersama, di penghujung tahun ini tidak ada lagi cuti bersama. Pemerintah secara resmi menghapus cuti bersama untuk mencegah munculnya gelombang ketiga Covid-19.

Pemerintah menilai cuti bersama akhir tahun berpotensi menciptakan kerumunan di tempat-tempat wisata, sentra-sentra transportasi seperti Bandara, Stasiun Kereta Api, maupun Terminal. Sehingga untukmenghindari kerumunan itu cuti bersama dihapus.

“Pandemi COVID-19 belum hilang. Untuk itu, pemerintah mengambil langkah dan kebijakan ini agar potensi peningkatan mobilitas dan aktivitas menjelang momentum akhir tahun dan Natal 2021 tetap sejalan dengan upaya pengendalian pandemi,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate melalui siaran persnya Kamis (29/10/2021).

Johnny mengatakan pemerintah berharap masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut dan mengimbau agar masyarakat tidak pulang kampung atau bepergian dengan tujuan yang tidak mendesak.
Dijelaskan, pemerintah telah memangkas cuti bersama 24 Desember 2021 yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 712/2021, Nomor 1/2021, Nomor 3/2021 soal Hari libur Nasional dan Cuti Bersama 2021.

Pemerintah juga melarang ASN mengambil cuti pada momentum hari libur nasional melalui Surat Edaran (SE) Menteri PAN-RB Nomor 13/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti Bagi ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021.
“Kebijakan dilakukan untuk membatasi pergerakan orang yang lebih masif menjelang libur akhir tahun,” lanjutnya.

Selain itu, pemerintah akan memperketat syarat perjalanan bagi masyarakat yang harus bepergian pada periode libur tersebut. Bagi yang bepergian dengan moda transportasi minimal harus sudah menerima vaksin dosis pertama. Untuk transportasi udara, penumpang harus memiliki syarat surat negatif PCR Test. Sementara untuk transportasi darat, penumpang harus negatif tes antigen.
Pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan juga dilakukan di sejumlah lokasi utama, seperti Gereja pada saat perayaan Natal, tempat perbelanjaan, dan destinasi wisata lokal. Aplikasi PeduliLindungi juga harus lebih dimaksimalkan di tempat-tempat umum untuk pengawasan dan tracing pada masyarakat.

“Pemerintah berharap jalannya roda perekonomian tidak terganggu, supply bahan pokok tetap terjaga pada akhir tahun, dan aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan,” kata Johnny. ***

 

Tinggalkan Komentar