Lifestyle
Ditanya Kapan Nikah Saat Momen Lebaran, Ini Triknya!

Ilustrasi momen Lebaran bersama keluarga. Kùjg
FAKTUAL-INDONESIA : Momen Lebaran adalah momen tempat berkumpulnya sanak saudara dan juga teman-teman. Biasanya perempuan yang belum nikah kesal jika ditanya kapan nikah. Kamu gitu nggak?
Buat para perempuan yang usianya hampir 30 tahun atau lebih dari 30 tahun tapi belum menikah juga, jangan kesal ya kalau ditanya ‘kapan nikah’.
Pengalaman Santy yang kini sudah berusia 43 tahun dan belum menikah juga, mungkin bisa menjadi contoh.
Santy mengaku awalnya kesal ketika usianya sudah 30 tahun tapi belum menikah juga. Karena, kata dia, hampir setiap momen Lebaran, sanak-saudaranya bertanya ‘kapan nikah’ terus.
“Bahkan saya pernah melarikan diri saat Lebaran. Saya main ke Yogya pas Lebaran sama teman-teman. Jadi, otomatis orangtua saya tidak mengajak keliling ke rumah sanak family di Jakarta,” kenang Santy.
Tapi, akhirnya Santy sadar, melarikan diri malah bikin repot. “Siapa sih yang nggak pingin nikah? Kalau belum ada jodohnya, mau bilang apa?” Kata Santy lagi.
Akhirnya, Santy mencoba rileks dan cuma menjawab, “Didoain saja” kalau ditanya kapan nikah.
“Akhirnya lama-lama family saya nggak pernah tanya lagi ‘kapan nikah’ karena umur saya udah 40 tahun lebih. Tapi saya tetap serahkan sama Allah kalau memang masih ada jodoh saya di dunia,” tutur Santy pasrah.
Sementara itu, menurut psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center, dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan semacam ini, kita bisa saja bersikap santai dan menanggapinya dengan bercandaan.
“Dibuat santai dan ditanggapi dengan candaan saja. Misalnya jawab sambil tertawa ringan, ‘Ada deh.. mau tau apa mau tau banget?’,” ujarnya seperti dikutip Detik.
Rahma juga berpesan agar menyiapkan dulu pikiran dan perasaan sebelum bertemu orang-orang yang basa-basi pertanyaannya justru menyakitkan hati. Berusaha meyakinkan diri dulu bahwa mereka hanya tidak bisa membuka obrolan dengan baik dan tidak memahami pertanyaan yang dilontarkan.
“Setting pikiran dan perasaan sebelum bertemu orang orang macam itu. Misalnya, anggap saja mereka cuma sedang berusaha membuka obrolan dan ga paham gimana caranya sehingga ngasih pertanyaan basa-basi seribu umat,” pesannya.
Sementara itu, menurut Rahma salah satu cara yang bisa dilakukan ketika menghadapi orang macam ini adalah dengan mengingat momen bahagia dalam hidup, agar bisa berfokus pada hal yang membuat kita bahagia dan berusaha menghadirkannya.
“Lalu fokus saja pada hal-hal yang membuat kita happy pada saat itu. Jika tidak ada yang membuat happy saat bertemu mereka maka hadirkan memori bahagia yang pernah terjadi dalam hidup. Bayangkan peristiwa happy itu dan hadirkan lagi rasa bahagianya saat mengingat peristiwa yang bikin bahagia,” pungkasnya.
Selain pertanyaan ‘kapan nikah’, pertanyaan lain yang mengganggu adalah ‘kapan punya anak’, ‘kapan kerja’ dalam setiap momen Lebaran atau momen silaturahmi lainnya.
Buat kamu semua, tolong diingat ya, bahwa jodoh, rezeki itu semua Tuhan yang mengatur. Pertanyaan basa-basi seperti itu bisa menyakitkan hati.
Lebih baik tanyakan hal-hal lain tentang kesehatan misalnya, tentang hewan peliharaan misalnya, tentang masakan Lebaran misalnya, dan masih banyak lagi pertanyaan basa-basi yang tidak menyinggung perasaan orang lain. Setuju kan?***














