Connect with us

Kesehatan

7 Gejala TBC yang Patut Diwaspadai, Jangan Disepelekan!

Diterbitkan

pada

gejala TBC

Ilustrasi paru-paru yang terinfeksi bakteri penyebab TBC (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Tuberkolosis atau TBC merupakan salah satu penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan dapat berujung fatal. Sama-sama menyerang pernapasan, gejala TBC seringkali mirip dengan tanda-tanda terinfeksi Covid.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, ada sekitar 1,4 juta orang di dunia yang meninggal akibat TBC pada 2019. Di Indonesia sendiri, kematian akibat TBC tercatat sebesar 824.000 dan kematian 93.000 per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam.

Penyakit infeksi bakteri yang menyerang organ paru-paru ini diketahui sangat mudah menular. Bahkan, TBC masuk ke dalam daftar 10 penyakit penyebab kematian di dunia. Mengingat hal tersebut, tidak ada salah mengetahui gejala TBC yang diperlu diwaspadai sebagai langkah antisipasi.

Baca juga: Binahong, Tanaman Obat Tradisional asal China yang Kelak Bisa Sembuhkan TBC

Berikut beberapa gejala TBC yang telah faktualid.com rangkum dari halodoc, alodokter, dan sumber lainnya.

1. Batuk lebih dari 14 hari

Gejala TBC pertama yang pertama yaitu batuk lebih dari 2 minggu. Batuk merupakan penyakit yang sangat umum terjadi. Namun, jangan remehkan penyakit ini karena bisa berujung TBC dan merupakan gejala khas dari masalah pernapasan.

Advertisement

Infeksi TBC di paru-paru menyebabkan peningkatan produksi lendir, yang memicu batuk berdahak. Waspadai ketika mengalami batuk, baik berdahak ataupun tidak, yang terjadi selama lebih dari 2 minggu. Di kondisi parah, batuk bisa mengeluarkan darah.

2. Nafsu makan menurun

Seseorang yang mengalami kehilangan atau menurunnya nafsu dapat dikaitkan dengan TBC. Ketika Anda merasa nafsu makan mulai menurun, terlebih jika berat berat turun drastis, ini menjadi gejala TBC. Gejala hilang nafsu makan ini muncul akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Hal tersebut sebenarnya efek yang timbul secara tidak langsung. Sebab, gejala ini berhubungan gejala lainnya yang menyebabkan orang tersebut sulit untuk makan. Alhasil, berat badan menjadi turun.

3. Sesak napas

Gejala TBC berikutnya yaitu sesak napas. Penderita TBC umumnya akan terserang infeksi bakteri di paru-paru yang mengakibatkan peradangan. Dengan begitu, produksi lendir jadi meningkat dan paru-paru dipenuhi sel-sel mati yang menumpuk akibat serangan bakteri.

Serangan tersebut mengganggu fungsi paru-paru dengan menghambat keluar masuknya udara ke paru-paru. Itulah yang menyebabkan seseorang menjadi sesak napas atau kesulitan bernapas dengan lancar. Apabila merasakan gejala TBC ini, sebaiknya periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit agar segera ditangani dan tidak menularkan orang lain.

Advertisement

4. Demam

Selain sesak napas, gejala TBC juga dapat dikenal melalui demam yang hilang-timbul. Demam sering dianggap sebagai penyakit biasa, padahal ini menjadi gejala awal TBC. Sistem imun akan bereaksi dan melawan infeksi bakteri TBC. Hal tersebutlah yang menyebabkan tubuh menjadi demam.

Baca juga: Dokter RSUI Ingatkan Kasus Tuberkulosis Perlu Diwaspadai Saat Pandemi Covid-19

Demam yang dialami umumnya hilang-timbul terjadi dalam beberapa waktu, dan bisa dirasakan dalam waktu lebih dari 3 minggu.

5. Berkeringat di malam hari

Salah satu gejala TBC dapat diketahui ketika berkeringat di malam hari. Masalah ini sering dianggap ringan yang dikarenakan cuaca. Tetapi, berkeringat di malam hari hamper setiap hari patut di waspadai karena menandakan Anda terserang penyakit TBC. Pengidap TBC juga bisa mengalami lemas dan nyeri pada otot serta sendi.

6. Gejala Tuberkulosis pada Anak

Sementara itu, gejala TBC pada anak cenderung sulit dideteksi. Pasalnya, gejala yang muncul tidak khas dan kerapkali dianggap sebagai gejala penyakit lain.

Berikut adalah gejala yang mungkin ditemukan pada penderita TBC anak, yakni:

Advertisement
  • Batuk persisten selama lebih dari 2 minggu
  • Berat badan menurun dalam 2 bulan atau gagal tumbuh
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati)
  • Demam terus-menerus selama lebih dari 2 minggu
  • Anak tampak lemas (malaise) dan kurang aktif
  • Gejala tidak membaik meski telah diberikan antibiotik dan nutrisi.

7. Gejala TBC lainnya

  • Mual dan muntah
  • Mudah lelah atau sering lemas
  • Dada terasa sakit
  • Dahak ada darahnya.

Jika anda mengalami gejala TBC diatas, segeralah lakukan pemeriksaan TBC ke dokter. TBC tidak boleh dianggap remeh sebab bisa memicu sejumlah komplikasi hingga kematian. Penyakit tersebut benar-benar harus mendapatkan perhatian karena satu kasus TBC paru dapat menularkan kepada 15 orang di sekitarnya.***

Baca juga: Eliminasi TB di Indonesia, Perlu Terapi Pencegahan Tuberculosis

Lanjutkan Membaca
Advertisement