Connect with us

Kesehatan

Catat, 8 Hal Sebelum Vaksin yang Perlu Anda Ketahui

Diterbitkan

pada

 

hal sebelum vaksin

Foto Istimewa

FAKTUALidVaksin Covid-19 yang begitu dinanti kehadirannya akhirnya datang juga di Indonesia. Sebelum mengetahui hal sebelum vaksin, ternyata masyarakat menyambutnya dengan antusias, tetapi tak sedikit yang ragu akan vaksin Covid-19 dan bahkan menolak.

Vaksin mulai hadir awal tahun ini, pemerintah secara bertahap mulai mendistribusikan vaksin Corona ke masyarakat. Awalnya vaksin ditujukan kepada lansia dengan usia di atas 55 tahun, setelah itu barulah vaksin ditujukan kepada masyarakat mulai Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, tenaga medis, hingga saat ini digencarkan kepada seluruh masyarakat berbagai kalangan di Indonesia.

Belakangan vaksinasi anak dan sudah digulirkan oleh pemerinah, tepatnya pada Kamis (1/7/2021). Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi pertama di Indonesia yang menggelar vakninasi anak usia 12-17 tahun.

Selain memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan, pemberian vaksin ini diharapkan mampu menekan angka penyebaran COVID-19 di Indonesia. Ini karena suntikan vaksin membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk menghalau virus penyebab penyakit corona.

Advertisement

Dengan begitu, individu yang mendapatkan vaksin diharapkan tidak mudah tertular penyakit tersebut. Sekalipun terinfeksi, gejala yang ditimbulkan tidak berat, bahkan bisa dibilang cukup ringan.

Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mulai mendistribusikan jutaan vaksin corona gratis sejak awal tahun 2021. Adapun sasaran vaksin COVID adalah seluruh lapisan masyarakat yang ada di 34 provinsi di Indonesia. Setiap penduduk akan mendapatkan jatah dua kali penyuntikan vaksin. Kendati demikian, proses pendistribusian vaksin ini dilakukan secara bertahap.  Sebelum anda mendapat giliran vaksin, berikut beberapa hal sebelum vaksin yang perlu diketahui

1. Definisi Vaksin dan Vaksinasi

sebelum mengetahui beberapa hal sebelum vaksin, ketahui dulu apa itu vaksin dan vaksinasi. Vaksin adalah produk biologi yang berisi suatu senyawa berupa mikroorganisme, atau bagiannya, atau zat yang dihasilkannya, yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman diberikan pada seseorang. Vaksin dapat menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Sementara itu, vaksinasi adalah proses memberikan produk vaksin ke dalam tubuh sehingga seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit. Dengan begitu, ketika suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut, tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit yang ringan.

2. Memenuhi persyaratan untuk menerima vaksin

Meski masuk dalam daftar prioritas vaksin, ada sejumlah persyaratan lain yang harus dipenuhi calon penerima vaksin COVID. Persyaratan ini merujuk pada Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian RI No HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Advertisement

terkait beberapa hal sebelum vaksin, di bawah ini adalah daftar syarat yang harus dipenuhi oleh calon penerima vaksin corona:

  • Tidak memiliki riwayat penyakit kelainan darah, penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung koroner), penyakit autoimun sistemik, penyakit ginjal kronis, rheumatoid arthritis, penyakit saluran pencernaan kronis, dan penyakit kanker.
  • Calon penerima vaksin juga dipastikan tidak pernah terinfeksi COVID-19 dan mengalami gejala penyakit infeksisaluran pernapasan atas (ISPA) seperti batuk, pilek sesak napas setidaknya dalam 7 hari terakhir.
  • Tidak sedang dalam masa hamil atau menyusui.
  • Suhu tubuh saat divaksin di bawah 37,5 celcius.
  • Tekanan darah tidak boleh di atas atau sama dengan 180/110.
  • Orang dengan riwayat penyakit diabetes melitus tipe 2 yang terkontrol, dibuktikan hasil pemeriksaan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5%, boleh divaksin.
  • Bila calon penerima vaksin memiliki penyakit lain yang tidak atau belum disebutkan di atas, dapat berkonsultasi langsung ke dokter yang merawat.

3. Pastikan Tubuh Dalam Kondisi Fit dan Bugar

Sama seperti prosedur vaksin lainnya, pemberian vaksin COVID hanya bisa dilakukan saat tubuh dalam keadaan fit dan bugar. Dengan kondisi tubuh yang prima, maka kinerja vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh juga akan lebih optimal.

Oleh karena itu, beberapa hari sebelum divaksin, sebaiknya Anda makan makanan yang bernutrisi tinggi dan gizi seimbang, istirahat yang cukup, berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari stres, dan rutin olahraga.

Anda juga sebaiknya menghindari atau minum alkohol dan merokok. Sementara jika Anda sedang menjalani pengobatan atau terapi dari dokter, ikuti saran dan petunjuk dokter dengan seksama.

4. Hindari olahraga berlebihan

Rutin berolahraga baik untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Olahraga juga perlu dilakukan sebelum mendapatkan vaksin, karena kebiasaan ini baik untuk membantu daya tahan tubuh tetap kuat.

Namun, Anda disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat atau olahraga secara berlebihan, karena hal ini justru bisa menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Agar lebih sehat dan aman, lakukan olahraga setidaknya 20–30 menit setiap hari atau minimal 3–5 kali per minggu.

Advertisement

5. Cukupi kebutuhan nutrisi

Agar daya tahan tubuh tetap terjaga, Anda disarankan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, seperti protein, vitamin, dan mineral, selama 1 minggu sebelum dan setelah mendapatkan vaksin.

Selain melalui konsumsi makanan bergizi, menjaga kekuatan sistem imun juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi suplemen tambahan. Dengan demikian, tubuh dapat menciptakan reaksi kekebalan yang baik terhadap penyakit COVID-19.

6. Ketahui lokasi vaksinasi dan pahami prosedurnya

Hal sebelum vaksin yang perlu diketahui ialah tentukan lokasi tempat vaksinasi diadakan dan tidak lupa pastikan kouta di lokasi tersebut masih tersedia. Kemudian pahami prosedurnya saat hendak melakukan vaksinasi, biasanya prosedur yang diperlukan hanyalah membawa tanda pengenal seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan bagi anak usia 12-17 tahun cukup membawa fotocopy Kartu Keluarga (KK).

7. Perhatikan kekebalan kelompok

Herd immunity atau kekebalan kelompok adalah kondisi ketika sebagian besar masyarakat terlindung atau kebal terhadap penyakit tertentu, sehingga menimbulkan dampak tidak langsung. Dampak yang dimaksud adalah turut terlindunginya kelompok masyarakat yang rentan dan bukan merupakan sasaran vaksinasi. Kondisi ini hanya dapat tercapai dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata.

8. Vaksinasi Bisa Menghentikan Penyebaran COVID-19

Apakah benar vaksinasi bisa menghentikan penyebaran COVID-19? Jawabannya, iya. Vaksinasi tidak hanya bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit, tetapi juga dalam jangka panjang bisa menghilangkan penyakit itu sendiri. Selain itu, syarat dapat menghentikan penyebaran COVID-19, yaitu apabila sebagian besar masyarakat yang berisiko telah mendapatkan vaksin. Mengetahui tentang hal sebelum vaksin dapat menyakinkan agar tidak ragu dalam melakukan vaksinasi.

Advertisement

Demikian 8 Hal sebelum vaksin yang perlu diketahui, jika kamu sedang tidak dalam keadaan sehat akibat beberapa penyakit meski terbilang ringan, ada baiknya untuk menunda pelaksanaan vaksinasi ini. Lalu jika tubuh tidak sedang sehat, kemampuan untuk melawan serangan dari virus menjadi lebih sulit dan sesuatu yang tidak diharapkan mungkin saja terjadi. Diharapkan sebelum mendapat giliran vaksinasi memperhatikan hal sebelum vaksin agar proses vaksinasi berjalan dengan lancar.

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement