Lifestyle
Cara Mengatasi Keputihan. Pilih Secara Medis Atau Alami?

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUALid – Setiap wanita pasti pernah mengalami keputihan, minimal sekali dalam hidupnya. Keputihan pada dasarnya adalah reaksi tubuh yang normal. Namun, kondisi ini mungkin bisa membuat tidak nyaman, apalagi cairan keputihan yang keluar cukup banyak.
Pada dasarnya keputihan merupakan sel dan cairan vagina yang menyeluruh. Kondisi ini sangat biasa terjadi, terutama pada wanita yang sudah melewati masa puber. Namun, normal atau tidaknya bisa ditentukan dari warna, tekstur dan bau lendir yang keluar.
Cairan keputihan yang normal biasanya berwarna bening atau putih susu dengan tekstur yang lengket dan licin. Keputihan yang normal menandakan tubuh dan vagina anda berfungsi dengan baik. Keputihan juga merupakan cara vagina membersihkan dan melindungi dirinya sendiri.
Sedangkan, Keputihan yang tidak normal dapat menandakan infeksi atau masalah pada organ kewanitaan. Keputihan yang tidak normal ditandai dengan:
- Bau busuk menyengat
- Tekstur cairan lebih lengket
- Vagina terasa gatal
- Berwarna kekuningan, kehijauan, kecoklatan
Berikut cara untuk mengatasi keputihan secara medis atau alami yang sudah faktualid.com rangkum dari hellosehat.com
Cara Mengatasi Keputihan Secara Medis
Dokter dapat meresepkan pbat sevagai cara mengatasi keputihan, jika penyebabnya sudah ditentukan akibat infeksi atau masalah kesehatan tertentu. Dalam banyak kasus, infeksi ringan biasanya bisa sembuh dalam satu hingga dua minggu.
Beberapa cara mengatasi keputihan yang sering dilakukan dokter adalah:
Daftar isi
1. Obat Antibiotik
Cara medis untuk mengatasi keputihan yang pertama adalah menggunakan obat antibiotik. Minum obat antibiotik adalah cara menghilangkan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Dokter biasanya akan meresepkan satu dosis obat antibiotik yang harus diminum secara rutin.
Selain obat minum, dokter mungkin bisa meresepkan antibiotik dalam bentuk krem, gel atau salep yang bisa dioles langsung pada kulit vagina. Obat oles biasanya diberikan ketika anda sedang sulit minum obat. Antibiotik oles biasanya juga diberikan pada wanita yang mengalami peradangan pada vagina.
2. Obat Anti Jamur
Cara medis untuk mengatasi keputihan yang kedua adalah menggunakan obat anti jamur. Apabila anda mengalami infeksi ragi vagina secara berulang, anda masih bisa menggunakan krim antijamur bebas tanpa resep dokter. Namun, jika gejala tidak berkurang, lebih baik anda konsultasikan ke dokter untuk mencari penyebab dan menyesuaikan jenis pengobatannya.
Obat anti jamur yang diresepkan dokter jika penyebabnya adalah infeksi ragi seperti candidiasis, Obat anti jamur yang biasa digunakan untuk mengatasi keputihan adalah fluconazole, terconazole, dan miconazole.
Baca juga: Sering Mengalami Vagina Gatal? Kenali 7 Penyebabnya
3. Kemoterapi
Cara medis untuk mengatasi keputihan yang ketiga adalah kemoterapi. Kepoterapi bisa menjadi cara untuk mengatasi keputihan yang disebabkan oleh kanker serviks. Keputihan abnormal adalah salah satu gejala dari kanker serviks. Oleh karena itu, cara menghilangkan keputihan ini tentu harus dilakukan dengan mengobati penyakit yang menjadi penyebabnya.
Anda juga perlu memahami risiko efek samping yang mungkin muncul selama kemoterapi. Beberapa jenis obat kemoterapi bahkan bisa merusak ginjal. Oleh karena itu, dokter akan terus memantau kondisi tubuh anda selama menjalani kemoterapi agar cara mengatasi keputihan ini berjalan dengan baik.
Cara Mengatasi Keputihan Secara Alami
Besar kemungkinan keputihan yang anda alami masih tergolong normal. Jika dokter mengatakan dmeikian, maka kondisi ini tidak perlu diatasi dengan perawatan khusus. Keputihan adalah salah satu reaksi tubuh yang normal dan justru berdampak baik pada kesehatan tubuh anda.
Namun apabila keputihan keluar secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas, ada berbagai cara alami yang tidak memerlukan obat dokter. Berbagai cara ini juga bisa anda kombinasikan dengan perawatan medis diatas untuk menghilangkan keputihan akibat infeksi.
Beberapa cara mengatasi keputihan yang dilakukan secara alami adalah:
1. Menjaga Kebersihan Vagina
Cara alami untuk mengatasi keputihan yang pertama adalah menjaga kebersihan vagina anda. Bilas bagina dengan bersih setelah buang air kecil atau buang air besar, juga sebelum dan setelah berhubungan seks. Cara membilasnya juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Basuhlah dengan air hangat dari depan ke belakang agar kuman yang bersarang di anus tidak berpindah ke vagina.
Kemudian keringkan dengan tisu dan tepuk pelan-pelan. Jangan menggosok atau mengusap terlalu keras karena bisa mengirtasi kulit vagina. Jangan lupa untuk cuci tangan sebelum atau sesudah menyentuh kemaluan anda.
2. Hindari Sabun Pembersih Vagina
Cara alami untuk mengatasi keputihan yang kedua adalah meghindari sabun pembersih vagina. Memberishkan vagina sebenarnya cukup dengan air mengalir dan tidak perlu menggunakan sabun. Apalagi sabun pembersih vagina.
Menggunakan sabun pembersih vagina akan menyebabkan kulit vagina yang sensitif akan mudah iritasi. Sabun pembersih vagina juga bisa mengganggu keseimbangan pH serta bakteri baik yang ada dalam vagina.
Baca juga: 7 Posisi Seks Agar Lebih Bergairah Di Ranjang
3. Gunakan Kondom Saat Berhubungan Seksual
Cara alami untuk mengatasi keputihan yang ketiga adalah menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Biasanya dokter menyarankan untuk tidah berhubungan seks dulu selama 1 hingga 2 minggu masa pengobatan. Selain untuk mencegah penyebaran infeksi, hal ini juga bisa membantu untuk mempercepat penyembuhan.
Tapi, jika anda ingi berhubungan seks, pastikan dulu dokter sudah memperbolehkan anda dan memastikan hal ini tidak akan mengganggu pengobatan. Selama masih mencoba berbagai cara untuk mengatasi keputihan, ada baiknya jika pasangan anda menggunakan kondom saat berhubungan seksual.***















Pingback: 7 Makanan Penyebab Keputihan, Kurangi Mulai Sekarang!