Connect with us

Lifestyle

6 Bahaya Telinga Kemasukan Air, Terutama untuk Kamu yang Suka Olahraga Air

Diterbitkan

pada

Bahaya Telinga Kemasukan Air

foto ilustrasi: istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Apakah kamu mengetahui bahaya telinga kemasukan air? Ketika kamu melakukan aktivitas berenang atau melakukan aktivitas di dalam air, telinga mungkin akan terasa lembap. Hal ini karena sejumlah air tertinggal di dalam telinga.

Berenang atau melakukan aktivitas lain di dalam air ternyata juga bisa meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit telinga. Penyakit-penyakit ini bisa disebabkan oleh kuman ataupun ketidakseimbangan tekanan di dalam dan luar telinga.

Berikut bahaya telinga jika kemasukan air yang sudah faktualid.com lansir dari hellosehat.com.

1. Swimmer’s Ear

Bahaya telinga kemasukan air yang pertama adalah swimmer’s ear. Swimmer’s ear adalah salah satu infeksi telinga luar akibat paparan terhadap kelembapan yang menetap dari sisa air yang terperangkap dalam telinga sehabis berenang atau menyelam.

Pada kondisi ini, air terperangkap di dalam struktur telinga yang seperti labirin, kemudian menciptakan lingkungan lembap yang cocok bagi bakteri dan jamur untuk tumbuh. Kondisi ini biasanya terjadi karena bakteri, tetapi bisa juga akibat jamur atau virus.

Advertisement

Ketika mengalami otitis eksterna, kamu mungkin akan merasakan gejala awal, seperti:

  • Gatal di liang telinga
  • Kemerahan di dalam telinga
  • Raasa tidak nyaman ringan di telinga bagian keluar
  • Adanya cairan bening dan tidak berbau di telinga

2. Otitis Eksterna Kronis

Bahaya telinga kemasukan air yang kedua adalah otitis eksterna kronis. Infeksi telinga luar biasanya dianggap kronis jika tanda dan gejala menetap selama lebih dari 3 bulan.

Otitis eksterna kronis lebih sering terjadi jika kamu mengalami kesulitan dalam menjalani pengobatan, misalnya karena hal-hal berikut:

  • Strain bakteri langka
  • Reaksi alergi pada kulit
  • Kondisi kulit, seperti dermatitis atau psoriasis
  • Kombinasi infeksi bakteri dan jamur

Baca juga: 5 Cara Merawat Telinga, Telinga Butuh Istirahat

3. Kehilangan Pendengaran Sementara

Bahaya telinga kemasukan air yang ketiga adalah kehilangan pendengaran sementara. Kamu mungkin akan mengalami gangguan atau penyakit pendengaran pada telinga akibat masuknya air saat berenang.

Namun, kamu tidak perlu khawatir, gangguan pendengaran ini bukanlah bahaya langsung dari telinga kemasukan air saat berenang. Biasanya, gangguan pendengaran akan sembuh setelah infeksi otitis eksterna membaik.

4. Barotrauma

Bahaya telinga jika kemasukan air yang keempat adalah barotrauma. Penyakit telinga lainnya yang mungkin bisa muncul pada saat kamu sering berenang adalah barotrauma. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit parah hingga kehilangan pendengaran secara permanen.

Situs Cedars-Sinai menyebutkan bahwa barotrauma disebabkan oleh perbedaan tekanan antara bagian dalam dan bagian luar telinga. Gejala umum dari barotrauma adalah:

Advertisement
  • Sakit telinga
  • Pusing
  • Telinga berdenging
  • Kehilangan pendengaran
  • Terdapat pendarahan di Telinga

5. Otomikosis

Bahaya telinga jika kemasukan air yang kelima adalah otomikosis. Otomikosis merupakan infeksi pada telinga yang disebabkan oleh jamur. Journal of Medical Sciences menyebutkan bahwa jamur yang umumnya menyebabkan otomikosis adalah Candida dan Aspergillus.

Gejala umum yang dapat terjadi karena otomikosis adalah:

  • Kemerahan pada telinga
  • Telinga bengkak
  • Nyeri pada telinga
  • Telinga keluar cairan

Baca juga: 6 Penyebab Telinga Berdengung, Bisa Karena Tumor

6. Surfer’s Ear

Bahaya telinga jika kemasukan air yang keenam adalah surfer’s ear. Surfer’s ear disebut juga dengan eksostosis pendengaran eksternal atau External auditory exostoses (EAE) yang merupakan penyakit yang dapat terjadi akibat paparan air dingin terus menerus.

Kondisi ini paling umum terjadi kepada peselancar, tetapi juga bisa terjadi pada mereka yang sering melakukan aktivitas di air, termasuk perenang.

Surfer’s ear biasanya muncul tanpa gejala. Namun, kondisi ini juga bisa datang dengan tanda-tanda dan gejala berupa:

  • Gangguan pendengaran.
  • Telinga terasa penuh.
  • Infeksi telinga berulang.
  • Impaksi serumen atau kotoran telinga menumpuk.***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement