Connect with us

Internasional

Iran dan Amerika Perang Klaim Sebagai Penguasa Selat Hormuz

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Iran dan Amerika Serikat kini mengarahkan konflik ke Selat Hormuz dengan masing-masing mngklaim telah menguasai jalu air penting dunia itu. (Foto: Istimewa)

Iran dan Amerika Serikat kini mengarahkan konflik ke Selat Hormuz dengan masing-masing mngklaim telah menguasai jalu air penting dunia itu. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Istirahat perang senjata bukan berarti Iran dan Amerika Serikat berhenti berperang. Kini kedua negara itu perang klaim tentang penguasa Selat Hormuz, jalur peraian yang sangat vital bagi jalur energy dunia.

“Selat Hormuz berada di bawah kendali dan pengelolaan Iran,” kata kepala unit paramiliter Basij Iran yang baru diangkat kemarin.

Padahal  sehari sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika memiliki “kendali penuh” atas jalur air strategis tersebut.

Seperti dilansir The Daily Star, Hossein Taeb mengatakan AS telah berupaya mengganggu apa yang ia sebut sebagai popularitas Republik Islam di kawasan itu dengan melancarkan perang lain di Selat Hormuz, tetapi sekali lagi dikalahkan meskipun mengklaim Iran tidak memiliki angkatan udara maupun angkatan laut.

“Hari ini Anda melihat bahwa Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan dan kendali Republik Islam,” kata Taeb menurut kantor berita semi-resmi Fars, menambahkan bahwa Iran terus melanjutkan kebijakannya dengan aman sepenuhnya.

Advertisement

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kemarin bahwa AS salah perhitungan dalam perang melawan Iran karena kegagalan intelijen dan melakukan “kesalahan perhitungan yang lebih besar” lagi terkait Selat Hormuz.

Dalam perkembangan lain, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi mengatakan negara itu tidak akan mengizinkan wilayah atau ruang udaranya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangga, menurut media Iran.

Saat berkunjung ke Pusat Operasi Komando Pertahanan Udara Irak, ia membahas rencana untuk meningkatkan kapasitas pertahanan udara negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide, yang saat ini sedang berkunjung ke Pakistan, telah menyatakan kesediaan Oslo untuk membantu upaya perdamaian Pakistan dalam perang AS-Iran.

Dalam konferensi pers bersama dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar, Eide mengatakan bahwa Oslo memiliki pengalaman dalam negosiasi perdamaian dan mempertahankan dialog terbuka dengan Teheran dan Washington.

Advertisement

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Turki kemarin mengatakan bahwa Turki, Arab Saudi, dan Pakistan akan membentuk mekanisme politik dan militer di bawah pakta pertahanan yang ditandatangani antara kekuatan regional pekan lalu, dan menambahkan bahwa aliansi tersebut juga akan memperdalam kerja sama industri pertahanan.

Di Lebanon selatan, Israel tidak akan mundur sampai Hizbullah dilucuti senjatanya, kata menteri pertahanan kemarin, mengklarifikasi pernyataan yang ia buat sehari sebelumnya yang mengisyaratkan pasukan Israel akan menduduki wilayah itu tanpa batas waktu dan menuai kritik dari AS.

Israel merebut sebagian wilayah Lebanon selatan selama perang dengan Hizbullah awal tahun ini. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement