Ekonomi
IHSG BEI Kamis 13 Agustus 2026: Berbalik Anjlok Tertekan Net Sell Asing, Esok Bergerak Konsolidasi

Sebenarnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mengawali perdagangan Kamis (13/8/2026) dengan menguat namun kemudian terpeleset tertekan aksi jual meluas sehingga ditutup melemah. (Foto: AI)
FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia tertekan di zona merah pada perdagangan Kamis (13/8/2026). IHSG ditutup merosot 72,08 poin atau 1,13% ke level 6.301,77.
IHSG sempat dibuka menguat menguat 14,38 poin atau 0,23 persen ke posisi 6.388,23. Ini juga diiringi oleh kenaikan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 sebesar 1,44 poin atau 0,23 persen ke posisi 635,28. Bahkan IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.390.
Namun kemudian IHSG berbalik arah akibat aksi jual meluas. Tekanan utamanya datang dari pelepasan portofolio oleh investor asing (net foreign sell) jumbo yang mencapai Rp1,4 triliun di seluruh pasar.
Di penutupan perdagangan saham sore harinya indeks LQ45 turun 6,68 poin atau 1,05 persen ke posisi 627,16.
Untuk bursa saham regional Asia juga bergerak bervariasi dengan cenderung melemah. Indeks Hang Seng turun 43,66 poin atau 0,17 persen ke 25.396,51, indeks Shanghai juga turun 19,71 poin atau 0,50 persen ke 3.926,96; dan indeks Strait Times melemah tipis 0,70 poin atau 0,01 persen ke 5.720,05. Sedang Indeks Nikkei tercatat naik sebanyak 784,53 poin atau 1,16 persen ke 68.308,59;
Penyebab Utama Pelemahan
Pelemahan bursa saham domestik pada perdagangan hari ini dipicu oleh gabungan sentimen penyesuaian bobot (review) reksa dana indeks global serta aksi ambil untung (profit taking) investor:
- Sentimen Review MSCI: Hasil rebalancing indeks MSCI membayangi pergerakan saham-saham big cap domestik, memicu koreksi tajam pada sejumlah emiten pendukung indeks.
- Koreksi Sektor Material Dasar dan Energi: Sektor bahan baku (IDXBASIC) menjadi pemberat utama dengan penurunan mencapai 2,93%, disusul sektor energi (IDXENERGY) yang terkikis 2,32%, dan sektor perindustrian (IDXINDUST) yang ambrol 2,30%.
- Aksi Jual Asing (Net Sell): Saham-saham grup besar seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan outflow modal asing terbesar sepanjang hari.
Kendati demikian, saham perbankan big cap seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masih mencatatkan akumulasi beli bersih (net buy) dari investor asing, sehingga menahan IHSG agar tidak merosot lebih dalam.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa pelemahan indeks dipicu oleh beberapa faktor domestik. “Pelemahan indeks antara lain disebabkan oleh dikeluarkannya beberapa saham dari rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027, serta aksi profit taking,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, seperti dilansir Media Indonesia, Kamis.
MSCI (Morgan Stanley Capital International) dalam tinjauan Agustus 2026 melakukan perubahan komposisi pada saham Indonesia. Tercatat dua saham dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes, di mana salah satunya diturunkan kategorinya ke MSCI Global Small Cap Index. Sementara itu, satu saham dipindahkan ke kategori MSCI Global Small Cap Index, namun di sisi lain MSCI mengeluarkan sembilan saham Indonesia dari indeks tersebut.
Dari sisi eksternal, bursa kawasan Asia didominasi pelemahan setelah reli pada hari sebelumnya. Bank Sentral China (PBoC) berkomitmen menerapkan kebijakan praktis dan efektif, namun tanpa sinyal pelonggaran moneter besar-besaran. PBoC juga memperingatkan bahwa pengetatan moneter yang cepat setelah periode pelonggaran cenderung memicu guncangan pasar yang tajam.
Prediksi Jumat, 14 Agustus 2026
Memasuki hari terakhir perdagangan pekan ini, Jumat (14/8/2026), IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguji area pendukung (support) terdekat.
Secara teknikal, pergerakan indeks esok hari diprediksi akan dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci:
- Peluang Technical Rebound: Setelah terkoreksi cukup tajam hari ini, IHSG berpotensi mengalami pembalikan arah terbatas (technical rebound) memanfaatkan aksi bargain hunting investor lokal pada saham-saham yang sudah jenuh jual (oversold).
- Sentimen Bursa Regional & Global: Pelaku pasar akan mencermati pergerakan bursa saham Asia dan Wall Street, terutama merespons melandainya data inflasi AS yang memberi sinyal positif bagi kebijakan suku bunga global.
Rentang Support & Resistance
Pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat (14/8/2026) diproyeksikan berada pada rentang:
- Area Support:250 – 6.280
- Area Resistance:350 – 6.390
Analisis teknikal dari Phintraco Sekuritas mencatat bahwa posisi IHSG sebenarnya masih mampu bertahan di atas garis MA20.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat (14/8/2026),” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya.
Penyempitan histogram positif MACD yang terus berlanjut berisiko memicu pola Death Cross pada pergerakan indeks.
Sementara itu, MNC Sekuritas menilai indeks masih mengantongi peluang rebound menuju target 6.440-6.544, kendati tetap rentan terkoreksi ke kisaran 5.890-6.192. Untuk perdagangan Jumat (14/8/2026), MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham pilihan untuk transaksi harian, yaitu BMRI, INDF, RAJA, dan ULTJ.
Pergerakan Perdagangan Kamis
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh dari 11 sektor saham melemah dengan emiten pada saham-saham industri dasar paling parah pelemahannya sebesar 2,93 persen. Selanjutnya, sektor energi turun 2,32 persen dan industrial yang berkurang 2,30 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar (top gainers) yaitu BABY, AGAR, YPAS, PBSA, dan KOCI. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar (top losers) yakni BIPP, TRUK, XSGO, ISAP, dan SHID.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.905.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,78 miliar lembar saham senilai Rp1,90 triliun. Sebanyak 186 saham naik, 474 saham menurun dan 303 tidak bergerak nilainya. ***













