Ekonomi
Prabowo Targetkan Pengangguran 2027 Turun hingga 4,30 Persen

Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraannya di Sidang Umum MPR, 14 Agustus 2029. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan di Sidang Umum MPR, Jumat (14/8/2026) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Presiden Prabowo menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2027 berada di kisaran 4,30%-4,87%. Target tersebut lebih rendah dibandingkan sasaran TPT yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar 4,44%-4,96%.
Target penurunan pengangguran itu disampaikan Prabowo saat memberikan keterangan pemerintah mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 beserta Nota Keuangan.
“Dengan pertumbuhan yang menguat dan APBN yang efektif, kemiskinan di tahun 2027 ditargetkan turun, rentang 6,0 sampai 6,5% dari target APBN 2026, 6,5 sampai 7,5%. Tingkat pengangguran terbuka tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 4,30 sampai 4,87%, turun dari 4,44% sampai 4,96% di tahun 2026,” kata Prabowo.
Selain menekan angka pengangguran, pemerintah juga memasang sejumlah target pembangunan sosial pada 2027. Rasio gini ditargetkan membaik menjadi 0,362-0,367, lebih rendah dibandingkan target 2026 sebesar 0,377-0,380.
Sementara itu, indeks modal manusia ditargetkan meningkat menjadi 0,575 pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
Prabowo mengatakan pencapaian berbagai target tersebut akan didukung melalui reformasi fiskal yang dilakukan secara menyeluruh dan konsisten. Pemerintah akan mengoptimalkan pendapatan negara sekaligus berupaya menekan kebocoran penerimaan.
“Angka-angka tersebut akan kita jaga dengan reformasi fiskal yang holistik dan konsisten. Pendapatan negara kita dorong lebih optimal. Kebocoran penerimaan harus diminimalisasi,” ujar Prabowo.
Belanja Negara Didorong Lebih Efisien
Di sisi belanja, pemerintah akan melanjutkan langkah efisiensi sekaligus meningkatkan ketepatan sasaran program perlindungan sosial. Pemerintah juga akan mengembangkan skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan.
“Efisiensi belanja harus terus kita lanjutkan. Perlindungan sosial didorong semakin tepat sasaran, serta pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan terus dikembangkan,” katanya.
Prabowo menjelaskan RAPBN 2027 dirancang secara ekspansif, kolaboratif, terarah, dan terstruktur. Kebijakan anggaran tersebut diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam rancangan anggaran tersebut, pemerintah menetapkan delapan agenda kerja prioritas nasional. Agenda itu mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, serta pembangunan infrastruktur.
Selain itu, pemerintah memprioritaskan sektor perumahan dan penguatan ketahanan terhadap bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan ekonomi desa, serta percepatan penurunan kemiskinan.
Berbagai agenda tersebut diharapkan dapat menciptakan fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
Pendapatan Negara Ditargetkan Rp3.426 Triliun
Untuk mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas tersebut, pemerintah menargetkan pendapatan negara pada 2027 mencapai Rp3.426 triliun.
Target tersebut meningkat dibandingkan pendapatan negara yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.
Peningkatan target pendapatan negara akan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kapasitas fiskal pemerintah untuk membiayai program pembangunan.
Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi, efisiensi belanja, optimalisasi penerimaan, serta perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran, pemerintah berharap target penurunan kemiskinan dan pengangguran pada 2027 dapat tercapai.***












