Connect with us

Kesehatan

Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Apa Saja Fasilitas yang Diperoleh?

Diterbitkan

pada

Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Apa Saja Fasilitas yang Diperoleh?

Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat mencegah penyakit berat. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) telah resmi dimulai sejak Senin (10/2/2025). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mengurangi beban biaya penyakit yang dapat dicegah, juga dapat mencegah memperparah penyakit.

Program PKG hadir sebagai upaya preventif terhadap berbagai penyakit yang banyak terjadi di Indonesia. Pemeriksaan kesehatan ini mencakup berbagai jenis penyakit yang bisa dicegah melalui deteksi dini dengan menyasar berbagai kalangan. Hal itu diungkap Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes dr Maria Endang Sumiwi, dikutip dari laman Kemenkes, Rabu (12/2/2025).

“Kita telah memetakan beban penyakit berdasarkan siklus hidup masyarakat Indonesia, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia,” kata dr Endang.

Jenis pemeriksaan dalam PKG beragam, mencakup skrining kekurangan hormon, deteksi penyakit jantung bawaan, pemeriksaan gizi, telinga, mata, dan sebagainya, tergantung kelompok usia.

Dilansir dari laman Kemenkes, berikut jenis-jenis pemeriksaan yang bakal diterima pasien PKG berdasarkan kelompok umur.

Advertisement

Baca Juga : Prabowo Anggarkan Rp 4,7 Miliar untuk Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

1. Bayi baru lahir

Bayi yang baru lahir mendapatkan pemeriksaan khusus untuk mendeteksi dini berbagai kondisi kesehatan, antara lain:

• Deteksi dini hormon tiroid.

• Skrining defisiensi enzim G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase deficiency).

• Pemeriksaan penyakit jantung bawaan.

Advertisement

• Skrining pertumbuhan anak.

2. Balita dan anak prasekolah

Pemeriksaan kesehatan untuk balita dan anak prasekolah meliputi:

• Skrining tuberkulosis (TB).

• Pemeriksaan pendengaran dan penglihatan.

Advertisement

• Pemeriksaan kesehatan gigi.

• Skrining thalasemia (kelainan darah) jika diperlukan.

• Deteksi dini diabetes melitus.

3. Remaja dan dewasa

Pemeriksaan bagi remaja dan orang dewasa lebih berfokus pada faktor risiko penyakit kronis, seperti:

Advertisement

• Pemeriksaan tekanan darah.

• Cek kadar kolesterol dan gula darah.

• Pemantauan risiko penyakit kardiovaskular.

• Pemeriksaan fungsi paru untuk mendeteksi tuberkulosis dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronis).

• Deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, dan kanker usus.

Advertisement

Baca Juga : Presiden Terpilih Prabowo Bakal Siapkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk 52 Juta Penduduk di 2025

4. Lansia

Lansia mendapatkan pemeriksaan yang lebih komprehensif untuk mendeteksi berbagai gangguan kesehatan yang sering muncul di usia lanjut, termasuk:

• Pemeriksaan fungsi pendengaran dan penglihatan.

• Pemeriksaan kesehatan jiwa.

• Evaluasi fungsi hati.

Advertisement

• Pemeriksaan geriatri (penilaian kesehatan menyeluruh untuk orang tua).

• Deteksi dini gangguan kardiovaskular, paru, dan kanker.

Manfaat Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Program ini memberikan berbagai manfaat, di antaranya:

• Deteksi dini penyakit sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Advertisement

• Mengurangi beban biaya kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial.

• Meningkatkan kualitas hidup dengan pemantauan kesehatan secara berkala.

Dengan adanya program cek kesehatan gratis ini, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kesehatan mereka.***.

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement