Connect with us

Internasional

Moderna Tolak Permintaan China dalam Mengungkapkan Teknologi Vaksin Covid-19

Avatar

Diterbitkan

pada

Moderna Tolak Permintaan China dalam Mengungkapkan Teknologi Vaksin Covid-19

Moderna Tolak Permintaan China dalam Mengungkapkan Teknologi Vaksin Covid-19 (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Perusahaan farmasi Moderna Inc telah menolak untuk menyerahkan kekayaan intelektual kepada China, di balik pengembangan vaksin COVID-19, yang menyebabkan gagalnya negosiasi penjualannya di sana menurut laporan Financial Times melaporkan pada hari Sabtu (2/10/2022).

“Perusahaan farmasi yang berbasis di Cambridge, Massachusetts menolak permintaan China untuk menyerahkan resep vaksin mRNA-nya, karena masalah komersial dan keamanan,” tulis surat kabar itu, mengutip orang-orang yang terlibat dalam negosiasi, yang berlangsung antara 2020 dan 2021. Ia juga menambahkan bahwa pembuat vaksin masih tetap bersemangat untuk menjual produknya ke China.

“Perusahaan telah menyerah pada upaya sebelumnya untuk mengakses pasar China karena permintaan China untuk menyerahkan teknologi sebagai prasyarat untuk dapat menjual vaksin di negara itu,” bunyi laporan itu.

Baca juga: Lulus Evaluasi Data Klinik, BPOM Setujui Vaksin Covovax untuk Usia Lebih dari 18 Tahun

Hingga kini, pihak Moderna belum menanggapi permintaan komentar. China belum menyetujui vaksin COVID-19 asing dan bergantung pada beberapa suntikan yang dikembangkan di dalam negeri, sebagaimana dilaporkan Reuters, yang dikutip Senin (3/10/2022).

Pada bulan September, Chief Medical Officer Moderna Paul Burton mengatakan perusahaan ingin berkolaborasi dengan China dalam memasok vaksin COVID-19, berbasis mRNA ke negara tersebut.

Advertisement

“Kami tentu akan sangat ingin bekerja sama dengan China jika mereka merasa ada kebutuhan akan vaksin di sana,” kata Burton dalam jumpa pers untuk wartawan di Asia.

“Saat ini, tidak ada kegiatan yang berlangsung, tetapi kami akan sangat terbuka untuk itu,” tambahnya.***

Baca juga: Ilmuwan China Bikin Masker Canggih, Mampu Deteksi Virus dalam 10 Menit

Lanjutkan Membaca