Internasional
Operasi Militer ke Ukraina, Rusia Tegaskan Tidak Ingin Menduduki Tapi Hanya Demiliterisasi dan Denazifikasi

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: TASS Agency.com)
FAKTUAL-INDONESIA: Perundingan Rusia-Ukraina membuat kemajuan tertentu, dimana Putin Delegasi Moskow dan Kiev telah mengadakan tiga putaran pembicaraan di Belarus
Pembicaraan Rusia-Ukraina berlangsung hampir setiap hari dan membuat kemajuan tertentu, dimana Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Jumat pada pertemuan dengan sekutunya dari Belarusia Alexander Lukashenko.
“Saya pasti akan memberi tahu Anda tentang situasi mengenai Ukraina, pertama-tama, tentang bagaimana negosiasi berlangsung sekarang, yang sekarang diadakan hampir setiap hari,” kata Putin dilansir TASS Agency. “Ada perkembangan positif tertentu di sana, seperti yang dilaporkan oleh negosiator dari pihak kami kepada saya. Saya akan memberi tahu Anda lebih banyak tentang semua ini,” imbuhnya.
Delegasi Moskow dan Kiev telah mengadakan tiga putaran pembicaraan di Belarus, tetapi tanggal dan tempat pertemuan keempat belum ditentukan. Diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Rusia dan Ukraina Sergey Lavrov dan Dmitry Kuleba bertemu di provinsi Antalya, Turki, pada Kamis, 10 Maret, yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.
Pada 24 Februari, Putin mengumumkan operasi militer khusus sebagai tanggapan atas permintaan bantuan oleh para kepala republik Donbass. Dia menekankan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina, tetapi bertujuan untuk demiliterisasi dan denazifikasi negara tersebut.****














