Internasional
Peningkatan Kerja Sama Militer Jerman dan Inggris, Sepakati Pengadaan Artileri Modern Senilai 70 Juta Dolar AS

Inggris dan Jerman meningkatkan kerja sama militer dengan pengadaan senjata artileri senilai lebih dari 72 dolar Amerika Serikat sebagai awal dari mega proyek persenjataan jarak jauh yang dapat menembus wilayah pedalaman musuh
FAKTUAL INDONESIA: Jerman dan Inggris meningkatkan kerja militer dengan menandatangani kontrak pengadaan artileri bergerak modern senilai sekitar 61 juta euro senilai 72 juta dolar Amerika Serikat.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari peningkatan kerja sama militer—termasuk rencana untuk senjata jarak jauh gabungan.
Jerman dan Inggris telah menandatangani kontrak pengadaan bersama senilai 72 juta dolar AS untuk memperoleh sistem artileri modern pada kendaraan lapis baja yang juga dapat menembak sambil bergerak dan mengenai sasaran lebih dari 70 kilometer jauhnya.
Baca Juga : Imigrasi Singaraja Bertindak Tegas Deportasi WNA Berkebangsaan Jerman Akibat Overstay 72 Hari
Menurut laporan media pada hari Minggu (28/12/2025), Kementerian Pertahanan Inggris mengemukakan, kontrak tersebut awalnya akan menyediakan Angkatan Darat Inggris dengan sebuah unit demonstrasi sistem RCH 155. Selain itu, dua unit direncanakan untuk Jerman, di mana unit-unit tersebut akan dikerahkan untuk tujuan pengujian.
Sistem ini akan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Prancis-Jerman KNDS, bersama dengan Rheinmetall. Menurut kementerian, RCH 155 dapat menembakkan hingga delapan peluru per menit, dapat dioperasikan oleh awak dua tentara, dan dapat menempuh jarak hingga 700 kilometer tanpa pengisian bahan bakar.
Berlin dan London telah menyepakati proyek persenjataan bersama pada bulan Mei ketika kedua negara sepakat untuk melanjutkan pengembangan senjata presisi jarak jauh.
Proyek ini menjadi dasar kerja sama di bidang sistem senjata jarak jauh modern, yang kini telah rampung. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan yang disebut serangan presisi jarak jauh, yang juga dapat digunakan untuk mencapai target jauh di pedalaman wilayah musuh.
Baca Juga : Tarif Amerika dan 2 Agenda Penting Indonesia Dibahas dalam Pertemuan Menkeu Sri Mulyani dan Menteri Keuangan Jerman
Selain proyek jangka panjang, kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang perburuan kapal selam. Dasar dari hal ini adalah apa yang disebut Perjanjian Trinity House, sebuah perjanjian bilateral tentang kerja sama militer.
Dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, di Berlin, Menteri Pertahanan Boris Pistorius menggambarkan proyek tersebut sebagai respons terhadap perubahan situasi keamanan.
Sementara itu, Healey menekankan bahwa kemitraan kebijakan keamanan antara kedua negara lebih erat dari sebelumnya. Kerja sama tidak hanya memperkuat kemampuan pertahanan, tetapi juga dapat memberikan dorongan ekonomi, merangsang investasi, dan menciptakan lapangan kerja di kedua negara, katanya. ***













