Connect with us

Olahraga

Rekap Piala Thomas & Uber 2026: Tragis dan Tercatat Sejarah, Tim Thomas Indonesia Tersingkir di Fase Group

Diterbitkan

pada

Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri jadi satu-satunya yang menyumbang kemenangan. (Foto: PBSI)

FAKTUAL-INDONESIA: Tragis dan tercatat jadi sejarah kelam , tim Thomas Indonesia selaku pemegang trophy terbanyak harus tersingkir di fase group setelah kalah hitungan game dari Thailand dan Perancis, Selasa (28/4/2026), Horsens, Denmark.

Jonatan Christie Dkk pada laga terakhir harus bertekuk lutut kepada Tim Perancis 1-4. Tragisnya dihitungan game Indonesia kalah dari Thailand yang jadi juara dan Perancis di peringkat kedua. Indonesia sebagai peringkat ketiga, meski sebelumnya sukses mempecundangi Thailand tapi tak tertolong karena kalah dalam hitungan game.

Tersingkirnya Indonesia di fase group ini menjadi sejarah pertama sejak beberapa dekade belakangan. Skuad Merah Putih hampir selalu langganan lolos fase group bahkan langganan meluncur ke final dan bahkan juara.

Kegagalan Indonesia diawali tunggal pertama Jonatan Christie yang tak berdaya menghadapi Christo Popov dengan menyerah dua game langsung 19-21, 14-21.

Menyusul kemudian Alwi Farhan harus bertekuk lutut kepada Alex Lanier juga dengan dua game langsung 16-21, 19-21.

Advertisement

Pun demikian tunggal ketiga Anthony Sinisuka Ginting, meski sempat memberikan perlawanan akhirnya juga harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov melalui rubber game 22-20, 15-21 dan 20-22.

Sektor ganda, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga berhasil dipecundangi pasangan Eloi Adam/Leo Rossi dengan dua game langsung 19-21, 19-21.

Indonesia memperkecil kekalahan melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang sukses memperdaya duet Christo Popov/Toma Junior Popov melalui rubber game 21-18, 19-21 dan 21-11.

“Kami sudah mencoba untuk mengeluarkan yang terbaik di game tadi,” kata Sabar. “Tapi kami harus akui bahwa Perancis bermain sangat baik, sangat percaya diri. Kami pernah bertemu mereka dua kali dan hari ini permainannya jauh berbeda dari dua pertemuan itu. Mereka mempunyai kepercayaan diri, di tiga pertandingan awal mereka sudah menang dan itu membuat asa yang tinggi. Sebaliknya kami berdua tidak bisa kontrol tekanan itu. Ini menjadi pembelajaran berharga buat kami berdua untuk ke depannya dan mudah-mudahan tim Indonesia bisa kembali dengan lebih kuat,” jelasnya.

Ditambahkan Sabar, pengalaman besar main untuk Tim Thomas. “Pelajaran dan pengalaman besar buat kami bagaimana untuk mengontrol tekanan di turnamen beregu seperti ini,” aku Sabar. “Tidak mudah apalagi dengan kondisi tim yang sedang tertinggal,” jelasnya.****

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement