Connect with us

Hukum

Ketua KPK Usulkan Perbaikan Sistem Pemerintahan untuk Masifkan Budaya Antikorupsi

Diterbitkan

pada

Firli Bahuri (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan perbaikan sistem pemerintahan merupakan langkah untuk memasifkan budaya antikorupsi di Indonesia.

“Pada akhirnya, perbaikan sistem ini (sistem pemerintahan) akan menciptakan budaya antikorupsi yang masif yang membuat para pejabat Indonesia tampak bersih dan profesional,” kata Firli Bahuri melalui unggahan di akun Twitter pribadinya @firlibahuri, dipantau dari Jakarta, Sabtu (8/1/2022)

Firli Bahuri menyampaikan keprihatinan karena kasus korupsi yang melibatkan pejabat masih terus terjadi. Dalam cuitan di akun Twitter pribadinya, Firli menilai dugaan praktik korupsi yang dilakukan Rahmat bisa dijadikan pelajaran oleh berbagai pihak. Termasuk DPR, yang dinilai Firli perlu meningkatkan partisipasi dalam pemberantasan korupsi.

“Para legislator harus membaca kemungkinan ada lubang dalam regulasi kita, yang menyebabkan mudahnya terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan,” cuit Firli. Dua pemegang kekuasaan lain, yakni unsur yudikatif, eksekutif alias pemerintah, dan partai politik (parpol) juga disebutnya mesti melakukan refleksi.

Ia berpandangan bahwa perbaikan sistem pemerintahan yang memasifkan budaya antikorupsi itu, dapat dilakukan secara menyeluruh mulai dari lembaga legislatif, yudikatif, hingga eksekutif.

Advertisement

Dalam lembaga legislatif, Firli memandang para legislator sepatutnya mampu membaca kemungkinan keberadaan lubang dalam regulasi di Indonesia yang menyebabkan penyimpangan dalam pelaksanaannya lebih mudah terjadi.

Selanjutnya terkait lembaga yudikatif, ia memandang para pejabat di lingkungan itu sepatutnya memastikan bahwa peradilan di Indonesia terlaksana secara adil.

Dengan demikian, ujar Firli, masyarakat tidak hanya dapat melihat para pelaku korupsi diadili secara setimpal atas perbuatannya, tetapi juga akan merasakan rasa keadilan telah terpenuhi, terutama keadilan dalam sudut pandang hukum.

“Dan yang terpenting, tempat amanah dan anggaran negara, APBN dan APBD sebagian besar dialokasikan, yaitu para pejabat eksekutif dari pusat dan daerah,” kata Firli.

Ketua KPK ini memandang para pejabat eksekutif sejatinya merupakan pemegang amanah uang dan kekuasaan.

Advertisement

Oleh karena itu, lanjut Firli, dalam pelaksanaan tugasnya, para pejabat eksekutif harus benar-benar memastikan pemerintah telah menaati undang-undang, bahkan diwajibkan pula kepribadiannya dipenuhi etika dan moral.

Melalui dua hal itu, menurutnya, para pejabat eksekutif akan mampu menjadi penyelenggara negara yang jujur, profesional, akuntabel, adil, baik, dan benar.

Di samping itu, Firli pun menambahkan peran dari partai politik dalam memasifkan budaya antikorupsi. Ia menyampaikan bahwa partai politik merupakan penyuplai para pejabat publik sehingga penting pula bagi mereka untuk menunjukkan pihaknya bersih dari korupsi.

“Semoga ke depan, kita semakin sedikit menyaksikan korupsi di sekitar kita karena perbaikan sistem yang kita lakukan secara terus menerus di semua bidang.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement