Connect with us

Hukum

Densus 88 Tangkap 7 Orang Terlibat JI, Terorisme di Sulteng bak Fenomena Gunung Es

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kapolda Sulawesi Tengah membenarkan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap tujuh orang yang diduga terafiliasi sebagai anggota anggota Jemaah Islamiyah (JI)

Kapolda Sulawesi Tengah membenarkan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap tujuh orang yang diduga terafiliasi sebagai anggota anggota Jemaah Islamiyah (JI)

FAKTUAL INDONESIA: Seiring dengan penangkapan tujuh orang yang diduga terafiliasi sebagai anggota Jemaah Islamiyah (JI) oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri, Selasa (16/4/2024), akademisi menilai terorisme di wilayah Sulawesi Tengah bak fenomena gunung es.

Kapolda Sulawesi Tengah membenarkan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap tujuh orang yang diduga terafiliasi sebagai anggota JI itu.

“Dari informasi kami terima ke tujuh orang tersebut empat diantaranya warga Kota Palu, dua orang warga Kabupaten Sigi dan satu orang warga Kabupaten Poso,” kata Kapolda Sulteng Irjen Pol. Agus Nugroho di Palu, Rabu.

Ia mengemukakan empat warga Kota Palu diduga anggota JI berinisial AR, BS, GN, dan BK, kemudian dua warga Sigi berinisial MH dan HR serta warga Poso berinisial SK.

Informasi diterima dua rumah pertama yang digeledah berlokasi di jalan Lagarutu, Kelurahan Talise Valangguni, Kota Palu, kemudian sejumlah barang bukti disita dari kedua rumah tersebut, diantaranya laptop dan telepon genggam.

Advertisement

“Saat ini sedang dilakukan pengembangan,” kata dia.

Setelah melakukan penggeledahan di Kota Palu, tim Densus 88 bersenjata lengkap dibantu tim Gegana Polda Sulteng menggeledah satu rumah warga di Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi.

Langkah dilakukan kepolisian sebagai upaya penindakan paham radikalisme dan terorisme berkembang di Tanah Air.

Sementara itu Akademisi sekaligus Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokrama Palu, Prof. Lukman S Thahir mengatakan bahwa kegiatan terorisme di wilayah Sulawesi Tengah tetap menjadi masalah serius yang perlu segera ditangani secara tuntas.

“Saya mengajak semua komponen untuk tetap melihat terorisme ini adalah masalah serius,” katanya di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu.

Advertisement

Menurutnya, terorisme di wilayah Sulawesi Tengah bak fenomena gunung es, yang dilihat permasalahannya telah selesai namun sesungguhnya masih banyak faktor yang melatarbelakangi munculnya teroris baru di wilayah tersebut.

“Yang mungkin kita lihat tenang, sudah selesai masalah yang ada di Sulawesi Tengah, tetapi banyak  faktor yang melatarbelakangi,” tuturnya.

Rektor UIN Datokarama ini menjelaskan, dampak dari gerakan yang dilakukan oleh kelompok teroris tersebut bisa memberikan dampak kepada masyarakat yang ada di Sulawesi Tengah.

“Sehingga penanganan masalah itu  harus tetap serius karena terorisme itu bermain di rasa ketidakadilan, fenomena terorisme itu bermain di rasa kekecewaan terhadap pelayanan publik, sehingga mau tidak mau itu bisa jadi pemantik bagi mereka untuk kemudian mendapatkan semacam pengaruh dari kelompok itu,” kata Lukman.

Lukman juga memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang sudah berhasil menangkap anggota jaringan terorisme yang saat ini masih ada di wilayah Sulawesi Tengah.

Advertisement

Ia juga menyarankan agar seluruh lembaga lainnya bisa ikut terlibat dalam penanganan terorisme di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah.

“Kita berharap jangan hanya BNPT, lembaga lain bisa bersama sama dan juga bisa bekerja sama dengan institusi pendidikan untuk kemudian melakukan penanganan tentang paham terorisme ini,” terangnya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement