Ekonomi
Mantan Gubernur Jateng dan Hakim Tinggi Izinkan Tanahnya Terkena Jalan Tol

Foto: jatengprov.go.id
FAKTUAL-INDONESIA: Tahapan konsultasi publik terkait pembangunan jalan tol Jogja-Bawen, khususnya di Kabupaten Magelang, hingga kini masih berproses. Berbagai kalangan masyarakat pun terkena dampaknya.
Seperti hakim tinggi dari Pengadilan Tinggi Agama Jakarta, Sunarto. Yang bersangkutan bahkan menyempatkan diri hadir di tengah kesibukannya, untuk ikut Konsultasi Publik Pengadaan Tanah Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen di Balai Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Senin (31/1/2022).
“Saya hanya mewakili keluarga ikut sosialisasi disini,” kata Sunarto seusai konsultasi publik.
Dia ikut konsultasi lantaran lahan sawah milik keluarganya seluas 2.000 m2 terkena dampak jalan tol. Sunarto mewakili keluarga sudah mengizinkan lahannya terkena proyek tol. “Saya kira setuju,” ucapnya.
Sunarto belum memiliki rencana penggunaan uang hasil ganti kerugian lahannya. Yang jelas, dia ingin memanfaatkan 2,5 persennya untuk berzakat.
“Karena ini peninggalan orang tua dan orang tua juga sudah meningal dunia, maka saya berusaha agar nantinya dicatat Tuhan sebagai amal ibadah. Yang pertama saya keluarkan adalah zakat 2,5 persen, baru kita bicarakan lainnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Retno, perwakilan dari keluarga mantan Gubernur Jateng periode 1993-1998 Soewardi. Dia mengaku, lahan milik keluarga yang terdampak tol, berupa sawah sekitar 4.700 m2, dan sebagian kandang ayam yang belum diketahui luasnya.
“Kalau ke depannya proyek ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, saya setuju. Semoga berjalan lancar sampai nanti pembayaran uang ganti kerugian,” ungkap perempuan yang mengaku keponakan Soewardi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Jogja-Bawen Moh Fajri Nukman mengatakan, pembebasan lahan tol tidak memilih titik tertentu atau kepemilikan pihak tertentu. Namun, murni untuk memenuhi kebutuhan konstruksi.
“Pembebasan lahan jalan tol murni kebutuhan konstruksi. Ini murni berdasarkan desain perencanaan jalan tol,” terang Fajri.
Dia menambahkan, desain itu mempertimbangkan beberapa aspek. Terutama pertimbangan keselamatan, mengingat laju kendaraan di tol yang tidak lambat.***














