Connect with us

Ekonomi

Sajian In-Flight Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Diterbitkan

pada

Sajian makanan di Garuda Indonesia masuk 10 besar dunia. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Garuda Indonesia menjadikan layanan makanan di dalam pesawat sebagai salah satu bagian yang terus dikembangkan dalam upaya meningkatkan pengalaman penumpang. Pengembangan tersebut mencakup kualitas makanan, pilihan menu, keamanan pangan, hingga cara penyajian selama penerbangan.

Upaya itu membuat Garuda Indonesia menempati posisi ke-10 dari 100 maskapai dunia dalam pemeringkatan sajian makanan selama penerbangan atau in-flight dining terbaik berdasarkan studi Canstar yang dipublikasikan pada April 2026.

Pemeringkatan tersebut disusun berdasarkan analisis terhadap 125.849 ulasan penumpang dari sejumlah platform, termasuk AirlineMeals.net dan Skytrax. Analisis dilakukan pada November 2025 dengan memperhitungkan jumlah ulasan dari masing-masing maskapai. Maskapai dengan kurang dari 50 ulasan tidak dimasukkan dalam pemeringkatan.

Dalam daftar tersebut, Garuda Indonesia berada di antara sejumlah maskapai internasional, termasuk Qatar Airways, Asiana Airlines, EVA Air, dan Singapore Airlines. Hasil pemeringkatan menunjukkan penilaian penumpang terhadap sajian makanan sebagai salah satu bagian dari pengalaman selama penerbangan.

Berdasarkan siaran persnya pada Senin (21/9/2026), Garuda Indonesia menyatakan hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk mempertahankan kualitas layanan dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Pengembangan layanan makanan dalam penerbangan mencakup pemilihan bahan, pengembangan menu, keamanan pangan, hingga proses penyajian oleh awak kabin.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro mengatakan transformasi perusahaan tidak hanya diarahkan pada penguatan kinerja bisnis, tetapi juga peningkatan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh penumpang.

Advertisement

“Semangat kami adalah memastikan transformasi yang dijalankan tidak hanya memperkuat positioning kinerja perusahaan, tetapi juga menghadirkan peningkatan kualitas layanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Thomas dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (21/9/2026).

Selain memenuhi kebutuhan penumpang selama penerbangan, Garuda Indonesia juga menggunakan sajian makanan sebagai salah satu cara memperkenalkan kuliner Indonesia. Sejumlah menu khas Nusantara disediakan untuk memberikan pilihan bagi penumpang domestik sekaligus memperkenalkan keragaman makanan Indonesia kepada penumpang internasional.

Ke depan, pengembangan layanan in-flight dining akan diarahkan pada peningkatan kualitas makanan dan penyajian, penerapan standar keamanan pangan, serta penyesuaian pilihan menu dengan kebutuhan dan selera penumpang.

Garuda Indonesia menyatakan evaluasi terhadap pengalaman penumpang akan terus dilakukan sebagai bagian dari transformasi layanan. Hasil ulasan penumpang menjadi salah satu masukan untuk menentukan aspek layanan yang perlu dipertahankan maupun diperbaiki.

Studi Canstar yang menjadi dasar pemeringkatan tersebut menggunakan ulasan penumpang dari berbagai platform untuk membandingkan pengalaman in-flight dining sejumlah maskapai. Dengan metode tersebut, posisi Garuda Indonesia mencerminkan hasil pengolahan ulasan penumpang yang dikumpulkan hingga November 2025, bukan penilaian layanan secara keseluruhan terhadap maskapai.

Advertisement

Garuda Indonesia selanjutnya akan melanjutkan pengembangan menu dan layanan makanan di dalam pesawat dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan pangan, serta kebutuhan penumpang dalam setiap perjalanan.***

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement