Ekonomi
Rupiah Slip di Garis Finish, IHSG Melaju Sejak Start

Kalau saja tidak tergelincir di akhir perdagangan, nilai tukar (kurs) rupiah akan kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Rabu (26/11/2025), ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan kebangkitan menguat.
FAKTUAL INDONESIA: Kondisi ideal, rupiah menguat dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menguat, gagal tercipta pada perdagangan Rabu (26/11/2025).
Memang sempat muncul harapan kondisi ideal akan tercipa ketika rupiah dan IHSG sama-sama dibuka menguat di pembukaan perdagangan Rabu pagi.
Namun saya pada penutupan perdagangan valuta rupiah slip sehingga harus menerima kenyataan ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Dengan demikian rupiah gagal mempertahankan posisi menguat sehari sebelumnya terhadap dolar AS.
Sebaliknya IHSG yang kemarin loyo dari pagi hingga sore maka kini melaju dengan mantap dengan menguat sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan saham.
Baca Juga : Rupiah Masih Perkasa, IHSG BEI Malah Loyo setelah Cetak Rekor Tertinggi ATH, Kenapa?
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS menguat pada pembukaan perdagangan sehingga diprediksi akan kembali mengulan posisi sehari sebelumnya.
Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, kurs rupiah menguat 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.645 dari sebelumnya Rp16.657 per dolar AS.
Namun sayang pada penutupan perdagangan sore harinya, rupiah slip di finish. Nilai tukar rupiah ditutup melemah 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.664 dari sebelumnya Rp16.657 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah di level Rp16.673 dari sebelumnya Rp16.667 per dolar AS.
Baca Juga : Mantap, Rupiah Tetap Menguat dan Menguat, IHSG BEI Menggebrak Cetak Rekor Tertinggi ATH
Betah di Zona Hijau
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang loyo Selasa, maka pada perdagangan Rabu langsung masuk teritori positif ketika dibuka menguat. IHSG pada sesi kedua masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan sore harinya.
Ketika pembukaan, IHSG dibuka menguat 12,00 poin atau 0,14 persen ke posisi 8.533,89. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,15 poin atau 0,13 persen ke posisi 856,01.
Tren positif itu terus dipertahankan hingga penutupan ketika IHSG ditutup menguat 80,24 poin atau 0,94 persen ke posisi 8.602,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,61 poin atau 0,89 persen ke posisi 864,77.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 2,11 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 1,79 persen dan 1,38 persen.
Baca Juga : Rupiah Menguat di Akhir Pekan, IHSG BEI Malah Melemah dari Pagi Sampai Sore
Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 0,41 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor industri yang masing-masing turun 0,28 persen dan 0,02 persen
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JAWA, DNAR, UNTD, CASA dan MINA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SMDM, DEPO, KUAS, WEHA dan SWID.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.701.161 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 53,99 miliar lembar saham senilai Rp26,73 triliun. Sebanyak 293 saham naik, 365 saham menurun, dan 149 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 922,48 poin atau 1,90 persen ke 49.582,00, indeks Shanghai melemah 5,84 poin atau 0,15 persen ke 3.864,18, indeks Hang Seng menguat 33,53 poin atau 0,13 persen ke posisi 25,928,08, dan indeks Straits Times menguat 15,93 poin atau 0,36 persen ke posisi 4,501,56. ***














