Ekonomi
Rupiah Menguat di Akhir Pekan, IHSG BEI Malah Melemah dari Pagi Sampai Sore

Rupiah bangkit dalam perdagangan valuta, Jumat (21/11/2025), ketika dibuka dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sedangkan pada transaksi saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah dari pembukaan hingga penutupan.
FAKTUAL INDONESIA: Rupiah menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (21/11/2025), dengan posisi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menguatnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS ini merupakan kebangkitan dari sehari sebelumnya yang berada dalam pisisi melemah dari pembukaan hingga penutupan perdagangan.
Lain rupiah lain pula Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), di akhir pekan ini. IHSG yang sehari sebelumnya begitu mantap dengan menguat sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan maka kali ini melemah dari Jumat pagi hingga sore.
Seperti dipantau dari media online yang dilansir metrotv, nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore menguat sebesar 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.716 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.736 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Masih Melemah, IHSG BEI Menguat Mulai Perdagangan Dibuka Sampai Ditutup
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga menguat di level Rp16.719 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.742 per dolar AS.
Sedangkan saat pembukaan pagi hari nilai tukar rupiah bergerak menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp16.731 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.736 per dolar AS.
Sementara itu IHSG BEI pada sesi penutupan Jumat sore melemah 5,57 poin atau 0,07 persen ke posisi 8.414,35. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,34 poin atau 0,28 persen ke posisi 845,68.
Baca Juga : Rupiah Tetap Melemah dan Melemah, IHSG dari Menguat ke Zona Merah
Melemahnya IHSG BEI sudah mulai sejak pembukaan perdagangan saham ketika dibuka melemah 31,38 poin atau 0,37 persen ke posisi 8.388,54. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,62 poin atau 0,54 persen ke posisi 843,40.
Kalangan pengamat, seperti dilansir terasjabar, menilai melemahnya IHSG seiring dengan meredupnya optimisme pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed (Bank Sentral AS).
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 2,43 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 0,80 persen dan 0,60 persen.
Sedangkan, enam sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 0,75 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor transpprtasi & logistik yang masing- masing turun 0,71 persen dan 0,65 persen.
Baca Juga : Awal Pekan, Rupiah Melemah dan Melemah, IHSG Menguat dan Menguat
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BUKK, INDO, GGRP, SMDM dan GPSO. Sedangkan saha-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PURI, TIRA, SKLT, JATI dan AEGS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.941.784 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,78 miliar lembar saham senilai Rp16,47 triliun. Sebanyak 274 saham naik 352 saham menurun, dan 187 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah .146,44 poin atau 2,30 persen ke 48.677,50, indeks Shanghai melemah 96,16 poin atau 2,45 persen ke 3.834,89, indeks Hang Seng melemah 615,55 poin atau 2,38 persen ke posisi 25.220,02, dan indeks Straits Times melemah 43,19 poin atau 0,96 persen ke 4.468,68. ***














