Ekonomi
Rupiah Masih Melemah, IHSG BEI Menguat Mulai Perdagangan Dibuka Sampai Ditutup

Pada perdagangan valuta dan saham Kamis (20/11/2025), nilai tukar (kurs) rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat dari pembukaan hingga penutupan.
FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pergadangan Kamis (20/11/2025).
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berada di teritori positif dengan menguat sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan hari ini.
Nilai tukar (kurs) ditutup melemah sebesar 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.736 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.708 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini, juga melemah di level Rp16.742 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.732 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Tetap Melemah dan Melemah, IHSG dari Menguat ke Zona Merah
Posisi rupiah pada penutupan makin melemah dibandingkan saat pembukaan ketika dibuka melemah 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp16.733 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.708 per dolar AS.
Kalau rupiah makin melemah maka IHSG BEI tetap mantap menguat dari pembukaan hingga penutupan perdagangan. Meskipun, penguatan IHSG lebih kecil saat penutupan dibandingkan pada pembukaan.
Pada Kamis pagi, IHSG BEI dibuka menguat 43,86 poin atau 0,52 persen ke posisi 8.450,44. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,95 poin atau 0,58 persen ke posisi 853,92.
Setelah dibuka menguat, IHSG terus berada di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Pada Kamis sore IHSG ditutup menguat 13,34 atau 0,16 persen ke posisi 8.419,92. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,95 poin atau 0,11 persen ke posisi 848,02.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,35 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor energi yang masing-masing naik sebesar 0,55 persen dan 0,48 persen.
Baca Juga : Rupiah Tetap Melemah dan Melemah, IHSG dari Menguat ke Zona Merah
Sedangkan dua sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 1,05 persen, diikuti oleh sektor teknologi yang masing-masing turun 1,05 persen dan 0,02 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JATI, BOGA, SKLT, BUKK, dan SMDM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FMII, PURI, ISEA, NRCA, dan AEGS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.294.589 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,92 miliar lembar saham senilai Rp19,65 triliun. Sebanyak 311 saham naik, 306 saham menurun, dan 195 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1.299,80 poin atau 2,68 persen ke 49.837,50, indeks Hang Seng menguat 4,92 poin atau 0,02 persen ke 25.835,57, indeks Shanghai melemah 15,69 poin atau 0,40 persen ke 3.931,05, dan indeks Strait Times menguat 6,85 poin atau 0,15 persen ke 4.512,07. ***














