Ekonomi
Rupiah Rabu 17 Juni 2026: Melemah 37 Poin Tertekan Sikap Wait and See, Menanti The Fed

Cukup mengagetkan juga, hari ini, Rabu (17/6/2026), nilai tukar (kurs) rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). (AI/Ist)
FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) harus rela menyudahi tren positifnya, Rabu (17/6/2026). Bahkan untuk perdagangan valuta asing esok, Kamis (18/6/2026), nasib rupiah diperkirakan masih fluktuatif karena menanti rilis resmi dari Bank Sentral AS, The Fed.
Setelah sempat menunjukkan taji pada awal pekan, pergerakan mata uang Garuda pada penutupan perdagangan hari ini berakhir melemah di zona merah.
Berdasarkan data pasar spot, kurs rupiah ditutup melemah sebesar 37 poin atau sekitar 0,21% ke level Rp 17.762 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penurunan dibanding posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.725 per dolar AS.
Posisi rupiah di penutupan itu lebih melemah dari saat pembukaan ketika dibuka sudah melemah 13 poin atau 0,07 persen di level Rp17.738 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) juga melemah 0,19% menjadi Rp 17.753 per dolar AS dari posisi sehari sebelumnya Rp 17.719 per dolar AS.
Tertekan Wait And See
Pelemahan ini dinilai wajar oleh para analis karena pasar saat ini sedang dalam mode wait and see (menanti) kepastian sentimen global yang sangat kuat.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik.
Dari eksternal, pelaku pasar mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran setelah muncul optimisme mengenai perpanjangan gencatan senjata sementara guna membuka ruang bagi negosiasi menuju kesepakatan yang lebih permanen.
Seperti dilansir tradingview, meski demikian, ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah masih tinggi. Pasar menilai proses normalisasi produksi dan distribusi energi di kawasan tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat sehingga risiko terhadap pasokan energi global tetap menjadi perhatian.
Selain itu, fokus investor kini tertuju pada hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya, tetapi pasar akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru serta sinyal arah kebijakan suku bunga ke depan.
“Pasar masih menunggu petunjuk terkait peluang penurunan suku bunga The Fed pada paruh kedua tahun ini,” ujar Ibrahim, Rabu.
Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026.
Menurut Ibrahim, RDG kali ini menjadi sorotan setelah BI dalam beberapa waktu terakhir mengambil langkah agresif melalui kenaikan suku bunga menjadi 5,50% guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang meningkat.
Di sisi lain, Indonesia dinilai relatif lebih siap menghadapi risiko gangguan pasokan energi global karena telah melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah dan tidak lagi bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz.
Meski demikian, pemerintah tetap mempertimbangkan faktor harga dalam menentukan sumber impor energi guna menjaga efisiensi dan mengurangi beban fiskal.
Prediksi Pergerakan Rupiah Besok
Meski The Fed diprediksi masih akan mempertahankan suku bunga acuannya di level tinggi, ketidakpastian mengenai kapan pelonggaran moneter akan dimulai membuat investor memilih bermain aman dan beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.
Para pelaku pasar memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang konsolidasi hingga rilis resmi dari The Fed keluar. Jika pernyataan The Fed nanti malam bernada dovish (memberi sinyal penurunan suku bunga), ada peluang bagi rupiah untuk kembali tancap gas esok hari.
Secara teknikal, pergerakan nilai tukar rupiah untuk esok hari diperkirakan akan berada pada rentang sensitif di kisaran Rp 17.730 hingga Rp 17.820 per dolar AS.
Sedang menurut Ibrahim, untuk perdagangan Kamis (18/6/2026), rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp 17.760-Rp 17.800 per dolar AS.
Kurs di Sejumlah Bank Besar
Bagi masyarakat atau pelaku usaha yang berencana melakukan transaksi valuta asing (valas), berikut adalah rincian kurs jual dan beli dolar AS di beberapa perbankan tanah air per sore hari ini:
| Bank | Jenis Kurs | Harga Beli (Rp) | Harga Jual (Rp) |
| BCA (e-Rate) | Spesial / Elektronik | 17.755 | 17.775 |
| Bank Mandiri | Special Rate | 17.745 | 17.770 |
| BNI | Special Rates | 17.750 | 17.785 |
| BRI | e-Rates | 17.760 | 17.785. *** |














