Ekonomi
Rupiah Hari Rabu 26 Agustus 2026: Menguat Lalu Tergelincir Melemah, Bagaimana Besok Ada Demo Besar?

Sentimen global dan domestik seperti fit and proper test calon Gubernur Bank Indonesia (BI) dan rencana aksi demontrasi besar-besaran besok ikut membuat nilai tukar (kurs) rupiah tergelincir melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Rabu (26/8/2026). (Foto: Istimewa)
FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp17.725 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Angka ini sedikit terkoreksi dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.723 per dolar AS.
Padahal, mata uang Garuda sempat dibuka menguat 28 poin (0,16 persen) di level Rp17.695 per dolar AS pada Rabu pagi.
Sejalan dengan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia ikut melemah ke posisi Rp17.717 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.703 per dolar AS.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah tren variatif mata uang kawasan Asia terhadap greenback:
- Mata Uang Melemah: Baht Thailand (-0,19%), Won Korea Selatan (-0,10%), Dolar Singapura (-0,04%), Yuan China (-0,01%), dan Dolar Hong Kong (-0,01%).
- Mata Uang Menguat: Ringgit Malaysia (+0,49%), Rupee India (+0,35%), Dolar Taiwan (+0,17%), Peso Filipina (+0,14%), dan Yen Jepang (+0,13%).
Sentimen Penggerak Pasar
- Sentimen Domestik
- Fit and Proper Test Calon Gubernur BI: Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menyoroti pemaparan Calon Gubernur BI, Destry Damayanti. Destry menekankan pentingnya optimalisasi fungsi intermediasi perbankan—mengingat adanya undisbursed loan sebesar Rp2.548 triliun (21% dari plafon)—serta dorongan kredit UMKM dan bauran kebijakan BI untuk menjaga daya beli.
- Isu Demonstrasi Jakarta: Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu aksi wait and see investor merespons kekhawatiran rencana aksi demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).
- Rilis Data Ekonomi Minggu Depan: Pasar menantikan data inflasi Agustus, kinerja perdagangan Juli, PMI Manufaktur, cadangan devisa, dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).
- Sentimen Global
- Isu Gencatan Senjata AS-Iran: Laporan media Rusia menyebutkan peluang kesepakatan gencatan senjata AS-Iran yang dimediasi Pakistan, mencakup kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
- Sinyal The Fed: Investor mencermati rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS serta pidato perdana Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed di Simposium Jackson Hole untuk membaca arah kebijakan suku bunga acuan.
Prediksi Kamis, 27 Agustus 2026
Bagaimana pergerakan rupiah Kamis (27/8/2026) ketika aksi demo besar-besaran berlangsung di Jakarta? Ibrahim Assuaibi memproyeksikan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.720 – Rp17.760 per dolar AS pada perdagangan Kamis (27/8/2026). ***














