Ekonomi
IHSG BEI Hari Rabu 26 Agustus 2026: Ambruk H-1 Demo Besar, Masih Dalam Tekanan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok pada perdagangan Rabu (26/8/2026), sehari menjelang pelaksanaan aksi demontrasi besar-besaran di Jakarta. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL INDONESIA: H-1 menjelang rencana aksi demontrasi besar-besaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini terkoreksi tajam 95,98 poin atau 1,48 persen ke posisi 6.405,69.
IHSG sempat bergerak di zona hijau saat pembukaan, ketika dibuka menguat 5,47 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.507,14. Namun IHSG perlahan terdorong ke zona merah akibat maraknya aksi lepas saham oleh pelaku pasar. Tekanan jual menyapu sebagian besar sektor saham, dipimpin oleh pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip).
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga menguat saat pembukaan dengan naik 0,62 poin atau 0,10 persen ke posisi 642,57. Saat penutupan indeks LQ45 turun 9,40 poin atau 1,46 persen ke posisi 632,55.
Dengan ditutup melemah maka IHSG tidak ikut tren bursa saham regional Asia yang didominasi penguatan. IHSG mengalami nasib sama dengan indeks Straits Times yang juga melemah 0,24 persen ke 5.721,88.
Sedangkan indeks Nikkei menguat 0,61 persen ke 66.258,00, indeks Shanghai menguat 0,59 persen ke 3.912,52, indeks Hang Seng menguat 0,56 persen ke 25.652,97, dan indeks Kospi menguat 0,97 persen ke 6.808,21.
Penyebab Pelemahan IHSG
- Sikap Wait and See Jelang Demo Besar: Investor merespons negatif rencana aksi demonstrasi skala besar di kawasan Gedung DPR/MPR RI dan Jakarta yang dijadwalkan berlangsung Kamis (27/8/2026). Kekhawatiran akan stabilitas keamanan domestik memicu investor menahan diri dan memilih mengamankan dana.
- Tekanan Pelemahan Nilai Tukar Rupiah: Langkah investor asing melakukan penarikan dana tunai (capital outflow) sejalan dengan pelemahan mata uang rupiah yang merosot ke level Rp17.725 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari yang sama.
- Ketidakpastian Pasar Global: Para pelaku pasar masih mencermati rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS serta menantikan arah pandangan kebijakan suku bunga The Fed pada Simposium Jackson Hole.
Dari dalam negeri, pelaku pasar fokus mencermati rencana aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8) besok, dengan salah satu tuntutan yaitu pengesahan RUU Perampasan Aset.
“Perhatian pasar tertuju pada stabilitas keamanan nasional serta faktor fundamental ekonomi makro. Pelaku pasar berharap aksi demonstrasi berjalan damai, sehingga stabilitas keamanan dalam negeri terjaga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus (Nico) dalam kajiannya di Jakarta, Rabu, seperti dilansir Media Indonesia.
Di sisi lain, pelaku pasar menyikapi penilaian dari Fitch Ratings, yang menyampaikan bahwa asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0% pada 2027 dalam RAPBN 2027 lebih realistis.
Namun demikian, Fitch memberikan catatan ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga minyak, dan kebijakan tidak disiplin fiskal berpotensi mempengaruhi target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati agenda uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia (BI), dengan Destry Damayanti merupakan calon tunggal diusulkan oleh pemerintah.
Dari mancanegara, bursa kawasan Asia menguat seiring tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan di Timur Tengah, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap potensi kekurangan pasokan energi global.
“Sehingga, penurunan harga minyak dan berkurangnya kekhawatiran atas gangguan di Selat Hormuz juga mengurangi tekanan terhadap inflasi,” ujar Nico.
Di sisi lain, pelaku pasar mencermati perkembangan dari pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China yang tengah berlangsung, pada sesi 25-28 Agustus 2026 dipantau ketat untuk dukungan kebijakan menyusul data ekonomi yang lemah dan janji berulang dari para pembuat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan.
Prediksi Kamis, 27 Agustus 2026
Memasuki hari perdagangan Kamis (27/8/2026) yang bertepatan dengan digelarnya aksi demo besar-besaran, pergerakan IHSG diproyeksikan masih berada di bawah tekanan dan rawan terkoreksi.
- Rentang Pergerakan: IHSG diprediksi bergerak fluktuatif di kisaran support 350 – 6.380 dan resistance 6.450 – 6.480.
- Analisis Teknikal & Sentimen: Secara teknikal, pelemahan yang menembus level psikologis 6.500 menandakan sinyal bearish jangka pendek yang cukup kuat. Jika dinamika sosial-politik akibat demo berlangsung kondusif, tekanan pada IHSG berpotensi tertahan sehingga indeks bisa mengalami penyesuaian teknikal (technical rebound).
- Saran untuk Investor: Investor disarankan tetap cermat dengan memprioritaskan strategi cash is king, melakukan transaksi jangka pendek pada saham-saham defensif (seperti sektor barang konsumsi primer), serta menghindari aksi beli secara terburu-buru (FOMO) hingga kondisi pasar domestik kembali stabil. ***
Pergerakan IHSG Hari Ini
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 4,04%, diikuti oleh sektor energi dan sektor properti yang turun masing-masing sebesar 2,40% dan 2,35%.
Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu TMPO, NICE, SAFE, BIKE, dan JAST. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni PADA, PSKT, TAMA, FUTR dan PIA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.489.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,15 miliar lembar saham senilai Rp18,06 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 599 saham menurun dan 228 tidak bergerak nilainya. ***














