Connect with us

Internasional

Ukraina Lancarkan Serangan Balasan, Garis Depan Bergeser Ke Donbas

Diterbitkan

pada

Prajurit Ukraina berjalan di tengah puing-puing di daerah yang rusak, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Kharkiv, Ukraina, 14 Mei 2022. (Foto: Reuters)

FAKTUAL-INDONESIA: Garis depan di Ukraina telah bergeser pada Minggu (15/4/2022), saat Rusia membuat kemajuan di wilayah Donbas timur yang diperebutkan dengan sengit. Militer Ukraina sendiri melancarkan serangan balasan di dekat kota strategis Izium yang dikuasai Rusia.

Di dekat kota timur laut Kharkiv atau tempat pasukan Ukraina melakukan serangan sejak awal bulan ini, para komandan meyakini Rusia telah menarik pasukan untuk memperkuat posisi di sekitar Izium di selatan.

Ukraina seperti dilaporkan Reuters, telah mencetak serangkaian keberhasilan sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari. Mereka berhasil memaksa komandan Rusia untuk meninggalkan kemajuan di ibukota Kyiv dan berhasil mengusir mereka dari Kharkiv yang merupakan kota terbesar kedua di Ukraina.

Invasi Moskow, yang disebutnya “operasi khusus” untuk melucuti senjata Ukraina dan melindunginya dari fasis, telah mengguncang keamanan Eropa. Kyiv dan sekutu Baratnya mengatakan pernyataan fasisme adalah dalih tak berdasar untuk perang agresi yang tidak beralasan.

Presiden Finlandia, yang berbagi perbatasan 1.300 km (800 mil) dengan Rusia, mengkonfirmasi pada hari Minggu bahwa negaranya akan mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Sebuah perubahan kebijakan besar yang didorong oleh invasi Rusia.

Advertisement

Wakil sekretaris jenderal NATO meyakini, Finlandia dan Swedia juga diharapkan untuk mengkonfirmasi niatnya untuk bergabung, dapat dengan cepat diterima ke dalam aliansi.

Sejak pertengahan April, pasukan Rusia telah memfokuskan sebagian besar senjata mereka untuk mencoba merebut dua provinsi yang dikenal sebagai Donbas, setelah gagal merebut Kyiv.

Sebuah penilaian oleh intelijen militer Inggris yang dikeluarkan pada hari Minggu mengatakan bahwa Rusia telah kehilangan sepertiga dari pasukan tempur darat yang dikerahkan pada bulan Februari. Serangan Donbas-nya telah jatuh dan tidak mungkin membuat kemajuan pesat selama 30 hari mendatang.

Sementara pada Sabtu malam, Ukraina mendapat dorongan moral dengan kemenangan dalam Kontes Lagu Eurovision. Sebuah kemenangan yang merupakan tanda kekuatan dukungan rakyat untuk Ukraina di seluruh Eropa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyambut baik kemenangan itu. Tapi dia mengakui situasi di Donbas tetap sangat sulit dan pasukan Rusia masih berusaha meraih kemenangan di wilayah yang dilanda konflik sejak 2014 tersebut.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement