Connect with us

Internasional

Ukraina Dan Eropa Tuduh Rusia Telah Melakukan Kekejaman

Diterbitkan

pada

Seorang tentara mengambil foto rekannya saat berpose di samping tank dan kendaraan lapis baja Rusia yang hancur, di tengah invasi Rusia ke Ukraina di Bucha, di wilayah Kyiv, (Foto: Reuters)

FAKTUAL-INDONESIA: Para pejabat Ukraina dan Eropa menyatakan kemarahan atas kekejaman yang dilakukan pasukan Rusia di dekat Kyiv sebelum mereka mundur dari kawasan itu untuk memfokuskan serangan mereka di tempat lain.

Walikota Bucha, sebuah kota yang 37 km barat laut ibukota, pada Sabtu (2/4/2022) menyatakan bahwa 300 penduduk telah tewas selama satu bulan pendudukan oleh tentara Rusia. Korban terlihat oleh Reuters di kuburan massal dan masih tergeletak di jalanan.

Ukraina mengatakan pada Sabtu bahwa pasukannya telah merebut kembali semua daerah di sekitar ibu kota. Merebut kembali kendali penuh atas wilayah tersebut untuk pertama kalinya sejak Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari.

Rusia telah menarik kembali pasukan yang telah mengancam Kyiv dari utara untuk berkumpul kembali dalam pertempuran di Ukraina timur. Tidak ada komentar Rusia tentang klaim bahwa wilayah Kyiv sepenuhnya berada di tangan Ukraina dan Reuters tidak dapat memverifikasi ini.

Rusia sebelumnya membantah menargetkan warga sipil dan menolak tuduhan kejahatan perang dalam apa yang disebutnya “operasi militer khusus” di Ukraina tersebut.

Advertisement

Kremlin dan kementerian pertahanan Rusia tidak menjawab permintaan komentar ketika ditanya tentang mayat yang ditemukan di Bucha. Kementerian pertahanan tidak segera menanggapi ketika ditanya tentang hal ini lagi pada Minggu (3/4/2022).

Seorang pembantu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, seperti dilansir dari Reuters, mengatakan pada hari Minggu bahwa pasukan Ukraina telah menemukan mayat wanita yang diperkosa dan dibakar, serta mayat pejabat lokal dan anak-anak. “Ada orang-orang yang dibunuh yang tubuhnya menunjukkan tanda-tanda penyiksaan. Tangan mereka diikat dan mereka dibunuh dengan tembakan di bagian belakang kepala,” kata Oleksiy Arestovych kepada televisi Ukraina.

Sergey Nikiforov, juru bicara Zelenskiy, mengatakan kepada BBC Inggris: “Saya harus sangat berhati-hati dengan kata-kata saya, tetapi itu terlihat persis seperti kejahatan perang.”

Pejabat senior Eropa mengatakan setiap potensi kejahatan perang harus diselidiki. “Terkejut dengan berita kekejaman yang dilakukan oleh pasukan Rusia. UE membantu Ukraina dalam mendokumentasikan kejahatan perang,” kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell di Twitter.

Menurutnya, semua kasus perlu ditindaklanjuti oleh Mahkamah Internasional. Sementara Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss mengatakan semakin banyak bukti tindakan mengerikan oleh pasukan penyerang di kota-kota seperti Irpin dan Bucha. Dan mengatakan London akan sepenuhnya mendukung setiap penyelidikan oleh Pengadilan Kriminal Internasional.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement