Connect with us

Nusantara

Tindaklanjuti Larangan ASN Gelar Buka Bersama, Gibran Akan Keluarkan SE

Diterbitkan

pada

Masjid Agung Solo, pada Ramadhan kali ini pemerintah memperbolehkan Sholat Tarawih berjamaah di masjid. (Foto:Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pemerintah telah melonggarkan aturan selama bulan Ramadhan dengan memperbolehkan ibadah Sholat Tarawih berjamaah di masjid. Tetapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggelar buka bersama dan mengadakan open house saat perayaan hari raya Idul Fitri 1443 H.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka akan menindaklanjuti dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo.

“SE tentang buka bersama dam Sholat Tarawih akan diatur di SE minggu depan. ASN memang dilarang untuk buka bersama dan open house. Ya memang resiko terbesar penularannya, malah pas buka bersama pas buka masker, itu yang harus diati-ati,” jelas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka kepada wartawan di Balai Kota Solo, Kamis (24/3/2022).

Putra sulung Presiden Jokowi itu juga meminta kepada masyarakat untuk mengurangi acara buka bersama. Tetapi hal itu bukan merupakan larangan tetapi himbauan untuk lebih baik melakukan buka bersama di rumah bersama keluarga.

Menurut Gibran yang terpenting adalah untuk ibadah Sholat Tarawih sudah diperlonggar dengan memperbolehkan melaksanakan sholat berjamaah di masjid.

Advertisement

“Sholat Ied juga diperbolehkan. Kemarin saya sudah wanti-wanti kepada camat dan lurah, kalau saya lebih baik Sholat Ied di lapangan sehingga bisa jaga jarak,” katanya.

Sedangkan untuk  Sholat Tarawih keliling, pihaknya masih akan membahasnya minggu depan.

“Kalau saya lebih baik Sholat Tarawih di masjid terdekat saja. Kalao bisa berjarak dan tetap bermasker juga, nanti kita tuangkan di SE minggu depan ya,” jelasnya lagi.

Terkait open house saat perayaan Hari Raya Idul Fitri, Gibran menegaskan dirinya jiga tidak akan menggelar acara tersebut.

“Di tempat saya juga tidak ada open house pokoknya jangan ada buka bersama dulu ya, pokokmen ojo (pokoknya jangan). Sangat- sangat beresiko,” katanya lagi. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement