Politik
KKB Tembak Praka Fermansyah Anggota Kopasgat TNI AU Asli Papua, Dievakuasi ke Timika

Praka Fermansyah saat menjalani penanganan medis setelah tertembak saat KKB menyerang Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Sabtu (19/2) pagi WIT
FAKTUAL-INDONESIA: Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menembaki prajurit TNI di Papua.
Sabtu (19/2/2022), KKB menembak Prajurit Kepala Fermansyah, anggota Kopasgat TNI AU, sekitar pukul 07.35 WIT Sabtu, saat menjaga Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.
Komandan Korem 173/PVB, Brigadir Jenderal TNI Taufan Gestoro, kepada ANTARA mengakui insiden itu dan korban terluka di bagian bahu kanan dan kini sudah ditangani paramedis di Puskesmas Ilaga.
Tembakan diperkirakan dari kawasan hutan yang terletak di ujung Bandara Aminggaru hingga terjadi baku tembak dengan kelompok bersenjata. Ia menyatakan, saat ini helikopter sedang dipersiapkan untuk memindahkan Fermansyah ke Timika.
“Korban kini sudah ditangani paramedis di Puskesmas Ilaga,” kata Brigadir Jenderal TNI Taufan Gestoro.
Sementara itu Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga menuturkan, Praka Fermansyah merupakan Orang Asli Papua (OAP) yang berasal dari suku Biak. Menurut Aqsha, Fermansyah dalam kondisi sadar dan sudah dievakuasi ke Puskesmas Illaga.
“Korban yang tertembak merupakan anak bangsa Indonesia asli Papua dari Suku Biak. Saat ini korban Praka Fermansyah dalam kondisi Sadar dan sudah dievakuasi menuju Puskesmas Ilaga, Kabupaten Puncak dengan menggunakan Ambulans,” ujarnya
Kolones Aqsa menyebut, kelompok separatis Papua selalu menebar aksi teror terhadap masyarakat dan menciptakan situasi Tanah Papua tidak kondusif.
Kelompok tersebut juga kerap melakukan perampokan, bahkan melakukan pembunuhan keji, sehingga label sebagai gerombolan kriminal teroris sangat pantas disematkan kepada mereka.
“Kelompok separatis Papua sudah banyak melakukan aksi teror dan kekerasan,” ujarnya.
“Aksi teror yang mereka lakukan sangat biadab, melanggar HAM, tidak berperikemanusiaan, bahkan jelas tidak menginginkan pembangunan berjalan di Papua,” tambah Aqsa.
Sebelumnya, pada 27 Januari lalu, tiga prajurit TNI AD gugur dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Distrik Gome, Kabupaten Puncak. Distrik Gome merupakan salah satu distrik atau kecamatan yang ada di Kabupaten Puncak, Papua. ***














