Ekonomi
Airlangga Hartarto Bantah Ekonomi Porak Poranda, Program Perlindungan Sosial Efektif Turunkan Kemiskinan Ekstrem

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah mendorong berbagai kebijakan untuk mampu menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem di 212 wilayah
FAKTUAL-INDONESIA: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan, program perlindungan sosial yang masuk dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan salah satu kebijakan yang sudah terbukti efektif mampu menekan tingkat kemiskinan.
Tampil sebagai pembicara dalam Seminar Nasional Akselerasi Ekonomi Daerah untuk Memacu Pemulihan Nasional di Kendari, Selasa, (8/2/2022), Airlangga mengatakan, pemerintah mendorong berbagai kebijakan untuk mampu menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem di 212 wilayah di Indonesia sepanjang 2022.
“Pemerintah mendorong diberikan langkah-langkah agar pada 2022 ini 212 wilayah yang memiliki kemiskinan ekstrem dapat diturunkan,” kata Menko Airlangga.
Disebutkan, Menko Airlangga, salah satu kebijakan yang sudah terbukti efektif mampu menekan tingkat kemiskinan adalah program perlindungan sosial.
Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan kebijakan pengentasan kemiskinan melalui program perlindungan sosial telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari 10,14 persen pada Maret 2021 menjadi 9,71 persen pada September 2021.
“Dari segi program pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial telah menurunkan tingkat kemiskinan dari 10,14 persen menjadi 9,71 persen pada September 2021,” kata Airlangga.
Tingkat kemiskinan di Indonesia terus mengalami penurunan yakni Maret pada 2015 sebesar 11,22 persen dan September 11,13 persen, kemudian Maret 2016 menjadi 10,86 persen dan September 10,7 persen, lalu Maret 2017 sebesar 10,64 persen dan September 10,12 persen.
Penurunan terus berlanjut pada Maret 2018 sebesar 9,82 persen dan September 9,66 persen, kemudian berlanjut pada Maret 2019 sebesar 9,41 persen dan September 9,22 persen.
Di sisi lain, tren penurunan ini terhenti pada 2020 seiring COVID-19 mulai memasuki Indonesia yakni terbukti tingkat kemiskinan meningkat menjadi 9,78 persen pada Maret 2020 dan terus naik hingga 10,19 persen pada September.
Meski demikian tingkat kemiskinan mulai membaik pada Maret 2021 yaitu 10,14 persen dan September 9,71 persen seiring pemerintah terus mengakselerasi program perlindungan sosial.
Program perlindungan sosial terealisasi Rp171 triliun atau 91,5 persen dari pagu Rp186,64 triliun yang diberikan antara lain untuk pengentasan kemiskinan ekstrem kepada 1,16 juta penerima di 35 kabupaten prioritas.
Sementara program perlindungan masyarakat pada 2022 memiliki pagu Rp154,8 triliun untuk melanjutkan program bantuan sosial seperti PKH dan Sembako, Kartu Prakerja, BLT Desa, Jaminan Kehilangan Pekerjaan, serta antisipasi perluasan perlindungan sosial. ***
Terbaik ke-4 di Dunia
Airlangga membantah ekonomi Indonesia porak poranda selama pandemi.
Untuk meyakinkan hal itu, Airlangga mengungkapkan prestasi Indonesia dalam penanganan pandemi dan kunci yang melandasi sukses itu.
“Benar pandemi melanda dunia, tapi kita juga harus tahu kalau Indonesia salah satu negara yang tak sampai porak poranda. Kita dianggap 4 negara terbaik penanganan pandemi di seluruh dunia,” kata Airlangga yang juga Ketua Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).
Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan momentum pemulihan ekonomi yang telah berjalan di 2021 akan terus berlanjut di tahun 2022 ini.
“Dengan begitu, Indonesia akan makin dekat dengan kondisi normal. Pembalikan di kuartal IV ini harus kita jaga momentumnya di tahun ini,” ucap Airlangga.
Menurut Airlangga, perekonomian Indonesia sepanjang 2021 tumbuh 3,69 persen, dan ini sesuai dengan target pemerintah. Modal pertumbuhan ekonomi itu tentu makin memuluskan target capaian pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,2 persen.
“Yang pasti, semua ini tentu saja karena kebijakan gas dan rem pemerintah yang sudah sesuai,” kata Menko Airlangga.
Berbekal kesuksesan dan semangat ini, Airlangga menyatakan, makin tinggi tingkat vaksinasi, maka semakin optimis perekonomian Indonesia segera pulih.
Meski saat ini Indonesia kembali diuji dengan maraknya varian omicron, Airlangga menyatakan optimistis semua bisa dilalui dengan baik. Menurutnya, itu tentu tantangan yang tak mudah, tapi ia tetap percaya semua bisa dilalui dengan baik.
Apalagi hingga saat ini, jumlah masyarakat yang sudah menerima vaksin lebih banyak dibandingkan saat terjadi gelombang penyebaran varian delta.
“Saat ini vaksinasi tambahan atau booster tak cuma untuk para tenaga kesehatan, tapi juga untuk masyarakat umum. Vaksin ketiga juga kita dorong terutama untuk lansia dan yang punya komorbid,” tutur Menko Airlangga.
Seminar dibuka langsung oleh Sekjen PWI Pusat, Mirza Zulhadi dan dihadiri pula Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dan beberapa peserta lainnya.
Sekjen PWI Pusat, Mirza Zulhadi dalam sambutannya mengatakan, penyelenggaraan perayaan HPN 2022 ini akan selalu mengedepankan tiga hal, yaitu berbicara tentang diri kami sendiri, yang kedua yang terkait dengan kepentingan nasional dan yang ketiga terkait kepentingan daerah. ***














