Internasional
Presiden Turki Erdogan Positif Terinfeksi Covid-19 varian Omicron

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (5/2/2022) mengatakan bahwa dirinya positif terinfeksi COVID-19 varian Omicron.
Erdogan melalui Twitternya mengatakan dia dan istrinya mengalami gejala ringan COVID-19, sembari menambahkan bahwa dirinya akan melanjutkan pekerjaannya di rumah.
Jumlah kasus harian COVID-19 di Turki naik hampir dua kali lipat sejak awal Januari, seiring kasus varian Omicron yang meningkat cepat di seluruh negara tersebut.
Kasus COVID-19 di Turki berada di kisaran ambang batas 100.000 dalam empat hari terakhir, menurut Kementerian Kesehatan Turki.
Pengambilan sampel dengan metode pengurutan gen menemukan bahwa hampir semua kasus COVID-19 di Turki baru-baru ini disebabkan oleh varian Omicron, kata Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca pada Rabu (2/2).
Pada Jumat (4/2), Turki melaporkan 111.157 kasus baru COVID-19, angka harian tertinggi negara itu selama pandemi, menambah jumlah infeksi menjadi 12.051.852.
Antaranews.com melaporkan, korban meninggal akibat COVID-19 di Turki bertambah 156 menjadi 83.231, sementara itu ada tambahan 25.502 orang yang dinyatakan sembuh dalam 24 jam terakhir.

Perdana Menteri Papua Nugini James Marape. (Istimewa)
PM Papua Nugini
Sementara itu Perdana Menteri Papua Nugini James Marape juga dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 setelah ia tiba di Beijing pada Kamis salam rangka menghadiri pembukaan Olimpiade Musim Dingin, kata kantornya, Minggu.
Berdasarkan perkembangan tersebut, kata kantor PM Papua Nugini, Marape pekan depan tidak jadi berangkat ke Prancis untuk mengikuti pertemuan puncak Indo-Pasifik.
“Perdana Menteri sekarang akan membatalkan rangkaian lawatan ini ke Prancis karena pembatasan COVID-19, hasil pengujian yang dilakukan setelah tiba di Beijing pada Kamis petang positif,” kata kantor Marape di Facebook.
Kantor PM menambahkan bahwa Marape dijadwalkan berangkat kembali ke Papua Nugini pada Minggu, namun kantor tersebut tidak memberikan keterangan lebih perinci soal kondisi PM.
Menurut pernyataan yang dipasang di laman Pusat Nasional untuk Pengendalian COVID-19 Papua Nugini, Marape sudah mendapatkan suntikan dosis penguat (booster) vaksin COVID-19, yaitu pada 24 Januari.
Pada Sabtu (5/2) ketika berada di Beijing, Marape melakukan pertemuan secara virtual dengan Perdana Menteri China Li Keqiang untuk membahas upaya memperkuat kerja sama ekonomi, kata kantor PM Marape.
Menurut pernyataan bersama yang dipublikasikan oleh kedutaan besar China di Amerika Serikat pascapertemuan itu, kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerja sama antara lain dalam perdagangan, investasi, energi, serta sumber daya dan infrastruktur.
Marape pada awalnya dijadwalkan berangkat dari Beijing menuju Prancis untuk menghadiri One Ocean Summit di negara itu pada 9-11 Februari.
Pertemuan puncak tersebut diselenggarakan terkait jabatan Prancis sebagai ketua Dewan Uni Eropa. Pertemuan juga didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Marape sebelumnya juga dijadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, kata kantor PM Papua Nugini awal pekan ini. ***














