Ibu Kota
Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Pemprov DKI Siapkan BOR 4.000 Tempat Tidur

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Antisipasi melonjaknya kasus Covid-19 termasuk varian Omicron, sebanyak 4.000 tempat tidur untuk isolasi yang tersebar di 140 rumah sakit di Jakarta disiapkan Pemprov DKI Jakarta.
Penegasan disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, Kamis (13/1/2022), di Jakarta.
Menurut Widyastuti, jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 sekarang ini lebih rendah dibandingkan kapasitas yang disediakan ketika puncak gelombang kedua kasus Covid-19 pada Juli 2021, dengan kapasitas sekitar 15.000 tempat tidur. Kapasitas sekarang ini tersedia sekitar 4.000 tempat tidur, dimana rumah sakit rujukan dapat membuka ruang lebih besar untuk perawatan pasien non-Covid-19.
“Kami lihat trennya, nanti kalau trennya naik kami luaskan sambil melihat regulasi dari pusat,” tutur Widyastuti. “Isolasi di rumah sakit seperti yang lalu untuk kasus sedang dan berat saja, sehingga OTG (orang tanpa gejala) atau gejala ringan cukup isolasi mandiri atau terpusat, kami sesuaikan,” tambahnya.
Ditambahkan Widyastuti, untuk isolasi mandiri ditentukan penilaian dari satuan tugas, salah satunya terkait kelayakan lokasi. Jika lokasi tidak memungkinkan menjadi tempat isolasi mandiri, maka pihaknya mendorong isolasi terpusat.
“Untuk kasus Omicron saat ini, dilakukan isolasi terpusat di RS Wisma Atlet dan rumah sakit rujukan,” jelas Widyastuti.
Data Pemprov DKI Jakarta per Minggu (9/1/2022) dari total jumlah tempat tidur pasien Covid-19 mencapai 3.885 tempat tidur di 140 rumah sakit, sebanyak 348 tempat tidur atau sembilan persen telah terisi. Sedangkan keterisian tempat tidur di ruang perawatan intensif (ICU) mencapai 31 tempat tidur atau lima persen dari total 604. ****














