Connect with us

Internasional

Israel dan Hizbullah Terus Saling Serang di Lebanon Selatan, Netanyahu Targetkan Komandan Senior di Beirut

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Lebanon Selatan masih menjadi ajang saling serang antara Israel dan Hizbullah yang mengakibatkan kebakaran dan kerusakan bangunan baik di Israel maupun Lebanon. (Ist)

Lebanon Selatan masih menjadi ajang saling serang antara Israel dan Hizbullah yang mengakibatkan kebakaran dan kerusakan bangunan baik di Israel maupun Lebanon. (Ist)

FAKTUAL INDONESIA: Di kala Amerika Serikat dan Iran terus berkutat tentang kelanjutan perundingan perdamaian dan penguasaan Selat Hormuz, Israel dan Hizbullah terus saling serang di Lebanon Selatan. Kondisi yang bukan saja memperburuk namun juga membuat gencatan sejata rapuh antara Israel dan Lebanon hanya tinggal nama.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pihaknya terus menyerang target Hizbullah di Lebanon selatan.

Israel mengatakan mereka bereaksi terhadap pelanggaran kesepakatan oleh Hizbullah.

Dalam pembaruan sebelumnya hari ini, Rabu (6/5/2026),  IDF mengatakan dua tentaranya terluka oleh dua drone peledak di wilayah tersebut, yang menurut mereka diluncurkan oleh Hizbullah.

Beberapa unggahan hari ini di grup Telegram yang berafiliasi dengan Hizbullah mengatakan kelompok tersebut telah menargetkan pasukan Israel di Lebanon selatan.

Advertisement

Kelompok tersebut telah menyerang pasukan Israel yang menduduki sebagian Lebanon dan Israel utara, dengan mengatakan mereka menanggapi pelanggaran Israel.

Serangan di Beirut dapat menyebabkan eskalasi konflik lebih lanjut.

Kementerian Kesehatan Lebanon juga mengatakan empat orang tewas dan lima terluka dalam serangan Israel di kota Zilaya selatan, di distrik Beqaa Barat, lapor Kantor Berita Nasional negara itu.

Kota itu termasuk dalam peringatan evakuasi yang dikeluarkan oleh juru bicara IDF, Avichay Adraee, Rabu tadi.

Targetkan Komandan Hizbullah

Advertisement

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, militer Israel melancarkan serangan di Beirut, menargetkan seorang komandan senior Hizbullah.

Netanyahu mengatakan dia dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memerintahkan militer negara itu “untuk menyerang sekarang di Beirut komandan Pasukan Radwan di organisasi Hizbullah untuk menetralisirnya”.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, ia mengklaim pasukan Radwan “bertanggung jawab atas penembakan terhadap pemukiman Israel dan melukai tentara IDF [Pasukan Pertahanan Israel].”

Netanyahu mengatakan bahwa “tangan panjang Israel akan menjangkau setiap musuh dan pembunuh”, menambahkan; “Beginilah caranya dan beginilah caranya akan dilakukan!” ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement