Kesehatan
Waspada! 7 Penyebab Benjolan di Kepala, Bisa Berbahaya

ilustrasi: penyebab benjolan di kepala
FAKTUAL INDONESIA – Banyak orang sering kali merasa khawatir ketika terdapat benjolan di area kepala, apalagi saat benjolan tersebut muncul tiba-tiba dan menimbulkan rasa nyeri. Perlu diketahui, penyebab benjolan di kepala bisa sangat beragam, mulai dari hal yang ringan hingga kondisi medis yang perlu tindak lebih lanjut. Jadi, tidak semua benjolan di kepala berbahaya, tergantung dengan apa yang menyebabkan benjolan tersebut ada. Memahami penyebabnya sejak awal bisa membantu kamu untuk mengetahui dan menentukan langkah yang tepat.
Dalam beberapa kasus, benjolan di kepala mungkin tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi kamu tetap harus waspada dan memperhatikan ukurannya, apakah membesar atau tidak kunjung hilang. Berikut Faktualid.com rangkumkan untuk kamu dari berbagai sumber beberapa penyebab benjolan di kepala agar kamu bisa menanganinya dengan tepat dan tidak ragu lagi untuk memeriksakan diri ke tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.
Daftar isi
Waspada! 7 Penyebab Benjolan di Kepala, Bisa Berbahaya
Jerawat di Kulit Kepala
Penyebab benjolan di kepala yang pertama dan umum terjadi yaitu jerawat yang muncul di kulit kepala. Jerawat ini bisa muncul di kulit kepala ketika adanya folikel rambut tersumbat oleh penumpukan sel kulit mati dan minyak (sebum). Dan karena kulit kepala kita memiliki banyak folikel rambut, maka kondisi ini sangat memungkinkan membuat jerawat tumbuh di area tersebut, termasuk di sepanjang garis rambut.
Bukan hanya itu, penggunaan produk perawatan rambut juga bisa menjadi pemicu timbulnya jerawat di kulit kepala. Meskipun sebagian jerawat di area kepala bisa hilang dengan sendirinya tanpa adanya penanganan khusus, namun pada beberapa kasus diperlukan pengobatan oleh ahlinya agar kondisi kulit kepala bisa membaik dengan optimal.
Folikulitis
Folikulitis merupakan salah satu penyebab benjolan di kepala yang umumnya tidak berbahaya. Hal tersebut karena biasanya ciri-ciri benjolan yang tidak berbahaya itu benjolan yang tidak menimbulkan rasa nyeri, dan ini bisa terjadi ketika kamu mengalami folikulitis yang merupakan peradangan atau infeksi pada folikel rambut yang bisa saja terjadi di area kulit kepala maupun bagian tubuh lainnya.
Benjolan akibat folikulitis ini biasanya berwarna merah atau menyerupai jerawat dengan ujung putih. Untuk penanganannya, kamu bisa menggunakan krim antibiotik yang tersedia bebas di apotik guna membantu meredakan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.
Rambut yang Tumbuh ke Dalam
Rambut yang tumbuh ke dalam atau ingrown hair menjadi salah satu penyebab benjolan di kepala termasuk di area belakang kepala bagian bawah. Kondisi seperti ini biasanya terjadi setelah kamu mencukur atau mencabut rambut, namun ujung rambut yang seharusnya tumbuh keluar, justru tumbuh ke arah dalam sehingga terperangkat di dalam folikel.
Dalam beberapa kasus, ingrown hair ini bisa mengalami infeksi hingga berkembang menjadi benjolan yang berisi nanah. Namun meski begitu, kondisi ini umumnya tidak terlalu bahaya dan bisa membaik dan sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan khusus.
Cedera Kepala
Penyebab benjolan di kepala selanjutnya bisa terjadi akibat adanya cedera kepala. Cedera kepala ini biasanya terjadi karena adanya benturan pada kepala dengan benda yang keras. Setelah kejadian tersebut, benjolan ini bisa muncul akibat adanya penumpukan darah di bawah kulit akibat pecahnya pembuluh darah kecil. Pada kasus cedera ringan, benjolan di kepala ini umumnya akan berangsur mengecil, hilang dan membaik dalam beberapa hari.
Namun, jika setelah terjadi benturan tersebut muncul gejala lain seperti pingsan, sakit kepala yang hebat, keluarnya cairan bening dari hidung atau telinga, pendarahan dari telinga, hingga muntah, sebaiknya segera lah periksakan diri ke dokter. Karena gejala-gejala tersebut bisa menjadi salah satu tanda adanya cedera kepala yang lebih serius lagi, seperti geger otak.
Lipoma
Lipoma merupakan benjolan lunak yang bisa muncul di berbagai area tubuh manusia, termasuk di kepala. Karena itu, lipoma bisa menjadi salah satu penyebab benjolan di kepala. Kondisi satu ini tergolong tumor jinak yang tumbuhnya perlahan dan umumnya tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus lipoma ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan nyeri jika ukurannya membesar dan menekan saraf di sekitarnya.
Benjolan di kepala akibat lipoma ini bisa muncul hanya berupa satu benjolan atau beberapa benjolan sekaligus. Untuk ukurannya, biasanya tidak terlalu besar, umumnya kurang dari 5 cm dan cenderung mudah digerakkan saat disentuh. Meskipun lipoma termasuk benjolan yang tidak berbahaya, namun kondisi ini tetap perlu dipantau untuk memastikan tidak terjadi suatu perubahan yang mencurigakan.
Kista
Penyebab benjolan di kepala selanjutnya yaitu bisa disebabkan oleh adanya kista. Kista merupakan kantung tertutup yang bisa terbentuk di bawah permukaan kulit maupun di dalam tubuh. Pada kulit kepala, terdapat beberapa jenis kista yang bisa terjadi, di antaranya yaitu kista dermoid dan kista sebasea. Kondisi ini umumnya berbentuk benjolan dan bisa dirasakan saat disentuh.
Kista dermoid biasanya berisi campuran jaringan seperti rambut, kelenjar kulit, bahkan dalam kasus tertentu bisa mengandung struktur seperti gigi. Sementara itu, untuk kista sebasea itu terbentuk akibat adanya penyumbatan pada kelenjar minyak di kulit, sehingga menimbulkan benjolan yang berisi cairan.
Tumor di Kepala
Tumor bisa menjadi salah satu penyebab benjolan di kepala. Tumor yang mungkin muncul di kepala bisa saja tumor yang jinak maupun ganas. Salah satu tumor jinak yang cukup dikenal yaitu pilomatrixoma, yang biasanya muncul di area kepala, wajah atau leher. Kondisi ini umumnya tidak terasa sakit, sehingga sering kali tidak langsung disadari.
Meski tidak berbahaya, benjolan akibat adanya tumor pilomatrixoma biasanya tidak bisa hilang dengan sendirinya dan memerlukan tindakan operasi untuk mengangkatnya. Dan dalam kasus yang sangat jarang, kondisi satu ini bisa berkembang menjadi kanker. Jadi sangat pentin untuk memeriksakannya ke dokter agar kamu mendapatkan penanganan yang tepat.
Itulah beberapa penyebab benjolan di kepala yang telah Faktualid.com rangkumkan untuk kamu dari berbagai sumber. Meski beberapa benjolan di kepala umumnya tidak berbahaya, namun jika benjolan tersebut disertai dengan beberapa ciri-ciri lain seperti benjolan yang membesar dengan cepat, terasa sangat nyeri, mengeluarkan nanah atau cairan, demam dan sakit kepala yang hebat, sebaiknya segera mencari pertolongan medis, karena hal tersebut bisa menjadi sebuah indikasi akan adanya kondisi yang serius.***














