Politik
Situasi Kawasan Rawan Terkendali, Misi Kemanusiaan Indonesia di Al-Arish Tetap Siaga Layani Pasien Palestina

Misi kemanusiaan ke-6 ini merupakan bukti nyata komitmen kuat bangsa Indonesia dalam membantu meringankan beban penderitaan masyarakat Palestina melalui pengabdian medis yang profesional dan berkelanjutan. (Biro Infohan Setjen Kemhan)
FAKTUAL INDONESIA: Meski situasi keamanan di kawasan perbatasan saat ini dilaporkan bersifat rawan terkendali akibat adanya eskalasi regional, seluruh personel Satuan Tugas (Satgas) Patriot Husada-VI tetap siaga menjalankan misi kemanusiaan untuk Palestina.
Beroperasi di Floating Hospital (RS Terapung) UEA yang bersandar di Al-Arish, Mesir, tim medis TNI di bawah naungan Kementerian Pertahanan RI secara intensif memberikan pelayanan kesehatan bagi para korban terdampak konflik.
Menurut Biro Infohan Setjen Kemhan, Satgas dilaporkan dalam kondisi lengkap dan tetap siaga menjalankan tugas. Satgas Patriot Husada-VI terus menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan misi kemanusiaan untuk Palestina.
Kehadiran Satgas di Al-Arish merupakan titik krusial bantuan kemanusiaan dunia. Dukungan medis yang meliputi pemeriksaan radiologi, laboratorium, hingga pemberian obat-obatan dilakukan secara profesional guna memastikan standar kesehatan tertinggi. Misi kemanusiaan ke-6 ini merupakan bukti nyata komitmen kuat bangsa Indonesia dalam membantu meringankan beban penderitaan masyarakat Palestina melalui pengabdian medis yang profesional dan berkelanjutan.
Berdasarkan laporan terbaru dari Dansatgas Patriot Husada-VI, Letnan Kolonel Ckm dr. Arif Puguh Santoso, Sp.PD, tercatat sebanyak 97 pasien telah terlayani hanya dalam satu hari pada Sabtu (18/04/2026). Layanan yang diberikan mencakup penanganan IGD, tindakan bedah, fisioterapi, hingga hemodialisa (cuci darah). Jika diakumulasikan sejak 15 April, total pasien yang berhasil ditangani oleh nakes Indonesia telah mencapai 291 orang. ***














