Connect with us

Hukum

Jumlah Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Bertambah, 92 Orang Terluka

Diterbitkan

pada

Ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta yang diduga berasal dari bom rakitan. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Tercatat jumlah korban ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading Jakarta Utara sudah mencapai 96 orang. Namun, sebagian besar sudah diizinkan pulang dari rumah sakit pada Sabtu (8/11/2025).

Diketahui ledakan itu terjadi pada Jumat (7/11/2025) saat para siswa sedang melakukan salat Jumat.

“Total korban kini berjumlah 96 orang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

Dari jumlah tersebut, 29 korban masih menjalani perawatan, sementara 67 lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.

“Sebanyak 14 korban dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, 14 orang di Rumah Sakit Yarsi, dan satu orang di Rumah Sakit Pertamina. Selain itu, beberapa korban juga sempat mendapat perawatan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan klinik Lantamal,” jelasnya.

Budi menambahkan, sebagian korban dirujuk ke rumah sakit berbeda berdasarkan kebutuhan medis dan rekomendasi tim dokter. “Langkah ini dilakukan agar korban mendapatkan penanganan terbaik sesuai kondisi masing-masing,” imbuhnya.

Advertisement

Ledakan itu terjadi saat pelaksanaan salat Jumat (7/11/2025). Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi di lokasi, ledakan pertama terdengar sekitar pukul 12.15 WIB, tepat di tengah khotbah salat Jumat. Tak lama berselang, letusan kedua muncul dari arah berbeda di lingkungan sekolah.

Suara ledakan disertai gelombang panas menyebabkan kepanikan massal. Puluhan siswa dan warga sekitar berlarian keluar masjid untuk menyelamatkan diri. Sejumlah korban mengalami luka bakar, luka serpihan, dan trauma akibat insiden tersebut.

Tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Gegana Brimob, dan TNI AL segera melakukan penyisiran, sterilisasi area, serta olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan tidak ada bahan peledak lain yang tersisa.

Dari hasil investigasi sementara, polisi menduga pelaku merupakan salah satu siswa di SMAN 72 Jakarta. Dugaan tersebut diperkuat dengan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi.

“Sementara ini indikasinya mengarah ke salah satu pelajar sekolah. Kami juga menerima informasi bahwa yang bersangkutan sempat mengalami tekanan sosial atau perundungan di lingkungan sekolah,” ujar Budi Hermanto.

Advertisement

Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman. “Kami harus pastikan melalui pemeriksaan saksi, analisis digital, serta pemeriksaan laboratorium forensik agar hasilnya sahih secara ilmiah,” katanya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, termasuk benda menyerupai senjata airsoft gun dan revolver. Setelah diuji, diketahui bahwa kedua benda tersebut hanyalah mainan.

Selain itu, petugas juga mengamankan serpihan logam dan bahan kimia yang diduga berasal dari alat peledak rakitan. Semua temuan tersebut kini tengah diperiksa di laboratorium forensik guna memastikan komposisi dan sumber bahan peledak.

“Investigasi ini melibatkan berbagai satuan, termasuk tim Gegana dan Puslabfor, agar penyelidikan berjalan komprehensif dan transparan,” jelas Budi.

Polda Metro Jaya bersama Dinas Pendidikan Jakarta, TNI AL, dan pihak sekolah berkoordinasi dalam proses pemulihan situasi pascaledakan. Selain memastikan keamanan area, pihak berwenang juga melakukan pendampingan psikologis terhadap siswa dan tenaga pendidik yang terdampak.

Advertisement

“Penanganan tidak hanya difokuskan pada aspek hukum, tetapi juga pemulihan mental para siswa. Ini penting agar kegiatan belajar bisa kembali berjalan dengan aman dan nyaman,” kata Budi.

Hingga kini, lokasi sekolah masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan TNI. Aktivitas belajar mengajar untuk sementara dihentikan sampai proses sterilisasi dan penyelidikan selesai dilakukan.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement