Connect with us

Ekonomi

Bank Indonesia Luncurkan Rumah Kurasi

Diterbitkan

pada

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah. (Foto: Istimewa)

FAKTUALid – Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur meluncurkan Rumah Kurasi untuk memperkuat daya saing produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Rumah Kurasi yang diluncurkan di Kediri ini diyakini bakal mampu meningkatkan standarisasi kualitas dan daya saing produk-produk UMKM Jawa Timur di pasar nasional maupun internasional.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, inisiasi program ini membutuhkan proses yang panjang. “Ide Rumah Kurasi muncul setelah memetakan pasar yang potensi untuk disasar oleh produk lokal Jatim, tapi tidak bisa diproses karena masalah standar kualitas dan semacamnya” ujarnya, Rabu (28/7/2021).

Dia mengakui, kendala yang sering muncul adalah karena harus ada peningkatan kualitas dan standarisasi. Kadin nanti akan jadi agregator, karena tidak mungkin bisa mengembangkan UMKM tanpa agregator.

Sementara Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meyakini, Rumah Kurasi ini menunjukkan bahwa pandemi tidak menghalangi para pelaku usaha untuk terus produktif dan berkarya demi mendukung ekonomi, khususnya Pemulihan Ekonomi Nasional melalui UMKM. “Melalui program rumah kurasi, UMKM Jawa Timur tidak perlu khawatir jika ingin mendapatkan sertifikat kurasi produk secara mudah, serta berkualitas, meski ditengah kebijakan pembatasan yang sedang kita hadapi,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan, untuk bisa memanfaatkan Rumah Kurasi ini, UMKM cukup mendaftarkan produk unggulannya secara online di www.rumahkurasi.com dan mengikuti proses kurasi. Selanjutnya para pelaku UMKM yang telah mendaftar di Rumah Kurasi ini akan difasilitasi proses kurasinya oleh kurator, asesor dan juga instruktur yang bersertifikat.

Program Rumah Kurasi dilaksanakan dengan fokus pada ekosistem dan kolaborasi. Hal ini terlihat dari Bank Indonesia Jawa Timur yang bekerjasama dengan Kadin dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Menurutnya, Rumah Kurasi ini menjadi new hope (harapan baru) di tengah kondisi pandemi covid-19.

Advertisement

Gubernur berharap, agar Rumah Kurasi ini bisa bersinergi serta berkolaborasi dengan OPD terkait di Jawa Timur khususnya Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi dan UKM se-Jawa Timur, baik dalam pengembangan kebijakan, maupun pelaksanaannya. Salah satunya, dapat mengarahkan UMKM agar mengikuti rangkaian proses kurasi. Begitu pula dengan UMKM mitra/binaan instansi strategis lain agar dapat mendukung dengan merekomendasikan UMKM untuk mengkurasi produknya.

Dia mengingatkan bahwa selama ini UMKM menyumbang 57,25 persen PDRB (pendapatan domestik regional bruto) Jawa Timur. “Artinya UMKM ini tulang punggung ekonomi Jatim. Yang harus kita dorong dan kembangkan, terutama dalam mencarikan akses pasar produk-produk mereka,” ujarnya.***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement