Politik
Hardiknas 2025: Pendidikan Kunci Masa Depan Bangsa, Presiden Prabowo Luncurkan Program PHTC

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden di SD Negeri Cimahpar 5, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat, 2 Mei 2025. (BPMI Setpres)
FAKTUAL INDONESIA: Presiden Prabowo Subianto meluncurkan empat program hasil terbaik cepat (PHTC) pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 di SD Negeri Cimahpar 5, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (2/5/2025).
Keempat program tersebut mencakup rehabilitasi sekolah, digitalisasi pendidikan, bantuan bagi guru honorer, serta dukungan pendidikan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1.
Peluncuran PHTC itu untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional dan menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mewujudkan pendidikan bermutu dan merata.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam menentukan masa depan bangsa. Kepala Negara menyampaikan pentingnya menjadikan pendidikan sebagai prioritas mutlak dalam pembangunan nasional.
Prabowo mengungkapkan bahwa tidak ada negara yang bisa mencapai kesejahteraan dan kemajuan tanpa pendidikan yang bermutu.
Baca Juga : Hardiknas 2025: Tempat Masih Rahasia, Presiden Prabowo akan Luncurkan Program Paling Dinanti dan Renovasi 10.440 Sekolah
“Tidak mungkin kita menjadi negara sejahtera, tidak mungkin kita menjadi negara maju, kalau pendidikan kita tidak baik, pendidikan kita tidak berhasil,” kata Prabowo.
Dia menyebutkan bahwa Indonesia telah menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dengan alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pendidikan tertinggi dalam sejarah yakni di atas 22 persen. Namun demikian, dia mengingatkan bahwa besarnya anggaran tersebut harus tepat sasaran.
Untuk itu, Prabowo mengajak seluruh pihak untuk menggunakan masa ini sebagai momentum emas membangun negeri melalui pendidikan. Dia meyakini dengan pengelolaan manajemen yang baik seluruh kepentingan rakyat dapat terpenuhi.
“Setiap dana akan dikelola dan digunakan sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat. Saya berpikir kita bisa mempercepat perbaikan sendi-sendi kehidupan bangsa, antara lain memperbaiki semua sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Ini sasaran kita,” ujarnya.
Pemasangan Televisi
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa salah satu langkah konkret yang akan segera dimulai adalah pemasangan layar televisi di seluruh sekolah di Indonesia untuk menunjang pembelajaran berbasis digital.
“Di situ kita bisa memberi pelajaran-pelajaran yang terbaik dan ini bisa bermanfaat untuk sekolah-sekolah apalagi di daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah terluar ataupun di daerah-daerah kota dan sebagainya yang mengalami kesulitan mendapat bahan atau mendapat guru yang ahli di bidang-bidang tertentu,” ucap Prabowo
Program ini ditargetkan mulai berjalan dalam beberapa bulan ke depan dengan harapan seluruh sekolah sudah terpasang layar digital pada pertengahan tahun 2026. Dia turut menegaskan bahwa langkah ini akan sangat membantu sekolah-sekolah di daerah terpencil yang kekurangan tenaga pendidik berkualitas.
Baca Juga : Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Atip Latipulhayat jadi Pembicara di Seminar Pendidikan Nasional-BPK Penabur
“Ini membantu sekolah-sekolah, membantu guru-guru di semua sekolah-sekolah di seluruh Indonesia,” lanjutnya.
Dengan digitalisasi dan penguatan infrastruktur pendidikan, Prabowo pun berharap dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh penjuru negeri dan membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah banyak berjasa di dunia pendidikan.
“Sungguh-sungguh para guru ini adalah memang pahlawan yang sering tanpa tanda jasa. Saudara-saudara sekalian, untuk itu sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan marilah kita bersatu marilah kita kerja sama marilah kita rukun. Bangsa yang besar adalah bangsa yang rukun,” tuturnya.
Di samping itu, Prabowo mengingatkan pentingnya mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan. Dia menyadari tantangan besar dalam memperbaiki seluruh fasilitas dalam waktu singkat dengan jumlah sekolah yang mencapai ratusan ribu unit.
“Kalau kita perbaiki 11 ribu mungkin perlu 30 tahun sampai sekolah ini semua bisa diperbaiki dan kita tidak boleh menyerah, tidak boleh kita 30 tahun memperbaiki sekolah-sekolah itu,” katanya.
“Kita harus memperbaiki sebanyak-banyak sekolah seluruh Indonesia dalam waktu secepat-cepatnya,” tambahnya.
Baca Juga : Farida Felix Janji Tanggung Biaya Pendidikan Anak Satpam yang Dibunuh
Demonstrasi Smart Board
Ketika tiba di SD Negeri Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat, Presiden Prabowo disambut meriah oleh anak-anak sekolah yang sudah menantikan kehadirannya.
Setelah menyapa anak-anak sekolah yang berbaris rapi di sepanjang jalan menuju sekolah, Kepala Negara kemudian memasuki sekolah dan mengunjungi salah satu ruang kelas untuk menyaksikan langsung demonstrasi penggunaan smart board atau papan interaktif. Program pembelajaran ini menjadi bagian dari pendekatan teknologi digital yang didorong oleh pemerintah dalam kerangka transformasi pendidikan nasional.
Di dalam kelas, Prabowo menyapa kemudian berinteraksi dengan anak-anak. Dia juga turut duduk di bangku bersama anak-anak sembari menyaksikan demontrasi yang dilakukan oleh Dumah, guru SD Negeri Cimahpar 5. Usai menyaksikan demonstrasi tersebut, Prabowo pun menyampaikan terima kasih dan berpesan kepada anak-anak tersebut.
“Terima kasih Pak Guru, belajar yang baik semuanya ya,” ucap Presiden sebelum meninggalkan ruang kelas.
Dalam laporannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan bahwa digitalisasi pembelajaran dilakukan dengan revitalisasi sekolah dan bantuan teknologi smart classroom atau kelas cerdas. Menurutnya, Kemendikdasmen telah mengalokasikan anggaran senilai Rp16,9 triliun untuk digitalisasi satuan pendidikan dan anggaran Rp2 triliun untuk digitalisasi pendidikan.
“Mudah-mudahan dengan terpenuhinya sarana dan prasarana dan dengan adanya smart classroom anak-anak dapat belajar dengan lebih menyenangkan, belajar dengan lebih bersemangat sehingga mereka dapat menjadi generasi Indonesia yang hebat,” ucap Mendikdasmen.
Program digitalisasi pembelajaran ini didukung oleh platform pembelajaran digital “Ruang Murid” yang menjadi bagian dari pengembangan lanjutan Super Aplikasi Rumah Pendidikan. Teknologi pembelajaran ini melibatkan media interaktif yang menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk video maupun permainan yang memungkinkan anak-anak lebih interaktif dalam belajar.
Baca Juga : Paradigma Baru Pendidikan Tinggi Indonesia, Mendiktisaintek Satryo Tegaskan Geber Optimalisasi Dukungan Sains dan Teknologi
Adapun 4 program pendidikan yang telah diluncurkan pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, ialah:
- Revitalisasi Sekolah
Revitalisasi sekolah menjadi salah satu dari 4 program yang akan diluncurkan Kemendikdasmen bersama Presiden Prabowo Subianto di Hardiknas 2025. Sebelumnya, Mendikdasmen Mu’ti mengatakan akan ada 10.440 satuan pendidikan yang akan mengikuti program revitalisasi sekolah.
Program tersebut memiliki alokasi dana sebesar Rp 16,9 triliun yang didapatkan dari pemindahan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ke Kemendikdasmen.
- Digitalisasi Pendidikan
Digitalisasi pendidikan merupakan program yang berkaitan dengan pemberian smart board ke sekolah-sekolah. Mendikdasmen Mu’ti menegaskan pendanaan untuk program ini sudah disiapkan dan tinggal dieksekusi.
- Bantuan Kuliah untuk Guru
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan program bantuan itu ditujukan untuk guru agar bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang D4 atau S1. Para guru akan menerima bantuan pendidikan per semesternya sebesar Rp 3 juta.
- Bantuan untuk Guru Honorer
Adapun terakhir pihaknya akan meluncurkan program yang berkaitan dengan bantuan untuk guru honorer. Sementara Abdul Mu’ti menyebutkan guru honorer akan mendapatkan Rp300 ribu per bulan.***














