Connect with us

Politik

Kericuhan, Pemilihan Dipercepat dan Aklamasi Mewarnai Terpilihnya Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum PPP

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kericuhan, Pemilihan Dipercepat dan Aklamasi Mewarnai Terpilihnya Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum PPP

Muhammad Mardiono yang terpilih sebagai Ketua Umum PPP memberikan keterangan pers di arena Muktamar X, Ancol, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

FAKTUAL INDONESIA: Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  yang dalam pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 gagal lolos ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) tetap sengit dalam memilih Ketua Umum masa bakti 2025 – 2030.

Terbukti, pemilihan Ketum partai yang lahir tahun 1973 dari hasil fusi di masa Orde Baru itu sampai diwarnai kericuhan, Muktamar dipercepat dan aklamasi.

Melalui drama yang panas hingga mengakibatkan sejumlah kader mengalami luka-luka itulah Muhammad Mardiono terpilih sebagai Ketua Umum definitif dalam Muktamar yang berlangsung di Ancol, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Dengan terpilih secara aklamasi maka Mardiono yang sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas Ketua Umum tidak harus melalui pertarungan pemungutan suara dengan calon lainnya yang santer disebut-sebut  seperti Agus Suparmanto, dan Husnan Bey Fananie.

Baca Juga : Calon Ketum PPP: Mulai Menghangat, Eksponen Fusi PPP 1973 Munculkan Beberapa Nama yang Bisa Jadi Panutan

Seusai ditetapkan sebagai Ketum, Mardiono yang pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2019 – 2022 dan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan 2022 – 2024 di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan,  keputusan aklamasi diambil untuk menyelamatkan jalannya Muktamar yang dinilai dalam situasi darurat dengan adanya kericuhan itu.

Advertisement

Tentang  keputusan Pimpinan Sidang dan Ketua Panitia Pelaksana mempercepat proses pemilihan, Mardiono menegaskan,  dibenarkan oleh Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Anggota Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan di pemerintahan Presiden Prabowo itu menyebutkan, dari total peserta sekitar 80 persen menyatakan setuju agar Muktamar ke-10 mengambil langkah cepat dengan memilih ketua umum secara aklamasi.

Mardiono menegaskan dirinya tidak pernah mendeklarasikan pencalonan atau membentuk tim sukses. Dorongan agar ia kembali memimpin partai datang dari mayoritas pengurus wilayah melalui rapat kerja wilayah (Rakerwil) maupun rapat pimpinan wilayah (Rapimwil).

Baca Juga : Menteri, Mantan Menteri dan KSAD serta Cawagub Masuk Kandidat Ketua Umum PPP, Siapa Mereka?

“Kalau memang organisasi ini memanggil, ya itu sudah menjadi kewajiban saya,” ucap Mardiono.

Muktamar X PPP juga membentuk formatur yang terdiri atas lima perwakilan DPW dan tiga dari DPP mendampingi Mardiono dalam menyusun struktur pengurus. Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan bimbingan teknis pada Senin (29/9) nanti.

Advertisement

Sementara itu Pimpinan sidang Amir Uskara menyampaikan palu diketuk setelah seluruh peserta muktamar sepakat memilih Mardiono.

“Saya bacakan, saya langsung meminta kesepakatan. Mereka setuju dan saya ketuk palu,” ujarnya.

Amir menambahkan, dinamika sempat berlangsung sengit dalam pembahasan tata tertib, tetapi keputusan final sudah diambil sebelum kericuhan kembali pecah. Ia menyebut 30 ketua DPW hadir dan memberikan dukungan.

Baca Juga : Giliran PPP Resmi Nyatakan Bergabung dengan Pemerintahan Prabowo

Proses Hukum

Menyinggung soal terjadinya kericuhan, Mardiono menyebut sejumlah kader mengalami luka di bagian kepala dan bibir akibat kericuhan yang terjadi dan sudah dilarikan ke rumah sakit.

Advertisement

“Ini nanti akan kita lanjutkan dengan proses hukum. Dalam demokrasi tidak boleh diciderai oleh hal-hal yang tidak konstitusional,” kata Mardiono.

Dia memastikan akan ada penyelidikan. “Ada CCTV, tentu polisi akan melakukan penyelidikan. Kami sudah tahu sejak dua minggu terakhir ada kelompok-kelompok yang ingin secara ilegal mengambil alih secara paksa,” ucapnya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement