Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Rabu 19 Agustus 2026: Melemah Gara-gara Priced-in BI Rate, Selanjutnya Menguji Area Pendukung

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Melemah sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal mempertahankan laju penguatannya, Rabu (19/8/2026). (Foto: Istimewa)

Melemah sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal mempertahankan laju penguatannya, Rabu (19/8/2026). (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA:  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal mempertahankan laju penguatannya setelah sejak pembukaan hingga penutupan parkir di zona merah pada penutupan perdagangan Rabu (19/8/2026).

IHSG ditutup melemah 55,70 poin atau 0,86 persen ke posisi 6.394,13. Merosot lebih tajam dari saat pembukaan perdagangan saham Rabu pagi ketika dibuka melemah 41,65 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.408,18.

Melemah juga kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang turun 3,56 poin atau 0,56 persen ke posisi 627,47 saat penutupan. Padahal ketika pembukaan, indeks LQ45 naik 0,15 poin atau 0,02 persen ke posisi 631,18.

Sepanjang hari, indeks saham domestik bergerak fluktuatif di rentang 6.373,81 hingga level tertinggi 6.490,91. Tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) menyeret indeks turun dari level psikologis 6.400.

Sementara itu pelaku pasar yang merespon priced-in terhadap pengumuman Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga atau BI Rate di level 5,75% juga memberi andil melemahnya IHSG.

Advertisement

Melemahnya IHSG seiring dengan tren bursa saham regional Asia yang didominasi penurunan. Terpantau indeks Hang Seng yang menguat 0,09 persen ke 25.495,07. Sedangkan  indeks Nikkei melemah 3,12 persen ke 65.356,00, indeks Shanghai melemah 2,40 persen ke 3.894,42, indeks Kospi melemah 5,80 persen ke 6.471,17, dan indeks Straits Times melemah 0,13 persen ke 5.694,24.

Pemicu Melemahnya IHSG

Sejumlah faktor domestik maupun regional membayangi pergerakan bursa saham domestik hari ini:

  • Aksi Ambil Untung (Profit Taking): Pascapenguatan signifikan pada sesi sebelumnya, investor memanfaatkan momentum untuk merealisasikan keuntungan, terutama di saham sektor energi dan konsumer.
  • Tekanan Saham Big Caps: Koreksi pada saham-saham penopang bursa seperti BREN (-1,99%), ASII (-1,25%), serta jajaran saham energi memicu pelemahan indeks.
  • Sentimen Regional Asia: Indeks utama kawasan Asia bergerak cenderung memerah, di antaranya Indeks Kospi Korea Selatan dan Nikkei Jepang yang mengalami tekanan tajam.
  • Sikap Pelaku Pasar Terhadap BI-Rate: Keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75% direspons priced-in oleh pasar, sehingga belum memicu dorongan beli baru secara masif.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta,  Rabu, juga mengemukakan tentang faktor ketegangan di Timur Tengah. “Kekhawatiran akan memanasnya ketegangan geopolitik yang meluas dan dampaknya terhadap harga minyak menjadi faktor negatif,” ujar Ratna Lim seperti dikutip dari Metrotv.

Iran mempertimbangkan untuk menyerang aset-aset AS di Bulgaria dan Siprus apabila perang antara AS dan Iran kembali berlangsung. Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan telah menghentikan seluruh perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.

“Mayoritas indeks di bursa kawasan Asia ditutup melemah di tengah kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan geopolitik,” kata Ratna.

Advertisement

Sedangkan dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Agustus 2026 memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen, sesuai dengan perkiraan konsensus. Suku bunga Deposit Facility juga dipertahankan di level 4,75 persen, sedangkan Lending Facility tetap sebesar 6,5 persen.

Prediksi Kamis, 20 Agustus 2026

Untuk perdagangan Kamis (20/8/2026) esok, IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi cenderung menguji area pendukung (support).

  • Proyeksi Rentang Indeks: 350 – 6.430
  • Level Support & Resistance: Support terdekat berada di kisaran 6.370 – 6.350, sementara area resistance berada di level 6.420 – 6.450.
  • Sentimen Penentu: Pelaku pasar akan mencermati rilis risalah rapat Bank Sentral AS (FOMC Minutes) untuk mencari petunjuk arah suku bunga global, serta mengamati aliran dana investor asing (capital flow) di bursa domestik pasca-keputusan BI.

PT Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang level 6.300 sampai 6.350 poin. Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencermati laju IHSG belum berhasil melewati level 6.500, serta ditutup di bawah level 6.400 poin.

Statistik Perdagangan Hari Ini

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, dua sektor menguat. Sektor infrastruktur naik 0,73 persen, diikuti sektor properti yang menguat 0,63 persen. Sementara itu, sembilan sektor melemah. Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 1,14 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan industri yang masing-masing turun 0,86 persen dan 0,75 persen.

Advertisement

Saham yang mengalami penguatan harga terbesar yakni FUJI, TIFA, FPNI, WEGE, dan TRUS. Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FAST, DWGL, TCPI, ASLI, dan KJEN.

Rincian umum pergerakan hari ini:

  • Volume Perdagangan: 34,26 miliar saham
  • Nilai Transaksi: Rp714,25 triliun
  • Frekuensi Transaksi: 2,18 juta kali
  • Rincian Saham: 257 saham menguat, 379 saham melemah, dan 317 saham stagnan. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement