Connect with us

Nasional

Gunung Lewotobi Laki-laki NTT dan Gunung Ibu Malut Erupsi di Pembuka 17 Agustus 2026

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Penampakan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ketika erupsi dengan tinggi kolom letusan 600 meter di pembuka hari Senin (17/8/2026). (Foto: Magma Indonesia)

Penampakan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ketika erupsi dengan tinggi kolom letusan 600 meter di pembuka hari Senin (17/8/2026). (Foto: Magma Indonesia)

FAKTUAL INDONESIA: Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara (Malut) erupsi di pembuka hari Senin (17/8/2026) yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Gunung Lewotobi Laki-laki menurut laporan petugas PVMBG  Bramantya Aji Putra Mahendra erupsi Senin, pukul 01:10 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 600 m di atas puncak (± 2184 m di atas permukaan laut).

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 29.6 mm dan durasi 62 detik,” tulis  Bramantya dalam laporannya seperti dilansir laman Magma Indonesia.

Mengingat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki, PVMBG menetapkan rekomendasi:

  1. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki .
  2. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
  3. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
  4. Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
  5. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
  6. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki. Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606

Tinggi Abu 800 Meter

Sementara itu Gunung Ibu yang berstatus Level II (Waspada), menurut laporan petugas PVMBG Darsono Haji Muhammad Nur, erupsi pada Senin pukul 02:52 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 800 m di atas puncak (± 2125 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 43 detik.

Advertisement

Untuk Gunung Ibu PVMG memberikan rekomendasi:

  1. Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
  2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).
  3. Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
  4. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan G. Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Ibu.
  5. Masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi G. Ibu melalui aplikasi android Magma Indonesia, website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram). ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement