Kesehatan
256 Siswa di Karo Keracunan MBG, BGN Ungkap Dugaan Kelalaian Pengolahan Ikan

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution jenguk korban keracunan MBG di Karo. Dia juga minta maaf atas kejadian tersebut. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Kasus keracunan makanan kembali terjadi. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan penyebab insiden keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami 256 siswa di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Hasil investigasi awal BGN menemukan adanya kelalaian dalam proses pengolahan ikan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Berastagi Sempajaya. Sebagai tindak lanjut, operasional SPPG tersebut dihentikan sementara.
Kepala SPPG juga dicopot dan diajukan untuk diberhentikan dengan tidak hormat dari status aparatur sipil negara (ASN).
Baca Juga : BGN Siapkan Radar MBG, Masyarakat Bisa Pantau Menu dan Kandungan Gizi
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan temuan tersebut setelah menjenguk salah satu korban yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan, Deli Serdang, Minggu (16/8/2026).
Menurut Sudaryono, kelalaian terjadi saat proses penanganan bahan baku ikan. Ratusan ikan yang sebelumnya disimpan di dalam freezer dikeluarkan dan kemudian dibiarkan dalam suhu ruang selama lebih dari 12 jam.
“Hasil investigasi sementara, itu kelalaian pada pengolahan. Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer, ada sekitar 300 atau 200 ekor yang masuk ke freezer, kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam waktu lebih dari 12 jam,” kata Sudaryono.
Baca Juga : Kepala BGN Ancam Tutup SPPG yang Langgar Standar Keamanan Pangan
SPPG Diminta Perketat Pengolahan Makanan
BGN menegaskan seluruh SPPG harus menjalankan prosedur pengolahan makanan secara ketat. Sudaryono mengingatkan agar tidak ada tahapan dalam proses penyediaan makanan yang diabaikan.
Menurutnya, keamanan dan keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.
Insiden keracunan tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) dan menyebabkan 256 siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Baca Juga : Presiden Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik
Salah satu korban, siswi SMK Negeri 1 Berastagi, masih menjalani perawatan intensif di ruang pediatric intensive care unit (PICU) Rumah Sakit Haji Medan.
Pihak rumah sakit menyebut kondisi siswi tersebut mulai membaik. Korban sebelumnya mengalami intoksikasi atau keracunan makanan yang berdampak pada saluran pencernaan.
Atas kejadian tersebut, BGN melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di SPPG terkait. Penghentian sementara operasional juga dilakukan sebagai bagian dari langkah evaluasi dan memastikan standar keamanan pangan dipenuhi sebelum layanan kembali berjalan.***













